Berita Utama Daerah

Program Kampung ASRI tidak Mendapat Respon DPRD Bandung Barat, YBAI Angkat Bicara

Bandung Barat- InformanNews|| Pembukaan program kampung ASRI yang telah dilaksanakan pada hari senin tanggal 22 Juni 2026 bertemlat di Refleksi Sehat Lembang (RSL) Di RW 013 Desa Sukajaya Kecamatan lembang, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, walaupun tidak dihadiri oleh pihak DPRD Bandung Barat.

Program yang di gagas oleh Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) terkait pelestarian lingkungan, mendapat respon dan dukungan dari berbagai pihak, seperti halnya pihak Pemprov Jabar yang didelegasikan kepada DLH JABAR, DLH Bandung Barat, DPMD Bandung Barat, DKPP Bandung Barat, Pemerintah Desa Sukajaya, MUI Sukajaya, Pengurus Lingkungan RT/RW, KPSBU, pengurus Bank Sampah, Kelompok Ternak dan masyarakat sekitar.

Tujuan daripada program ini adalah membuka ruang kepada semua pihak untuk berpartipasi aktif dalam upaya penanganan permasalahan lingkungan yang ada di Bandung Barat, khususnya permasalahan limbah ternak sapi dan sampah, pihak YBAI mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mendukung program Kampung ASRI, karena YBAI sendiri berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan GERAKAN INDONESIA ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan kemudian dilanjutkan dengan kebijakan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini berjala lancar, dengan beberapa rangkaian acara seperti seremonial pembukaan dengan disimboliskan gunting pita oleh perwakilan DLH Jabar yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi ternak sapi anggota kelompok SARI MUKTI dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pengolahan sampah dan lahan pertanian serta penanaman pohon secara simbolis, yang semua berlokasi di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Bandung Barat.

Semua peserta kegiatan dan para tamu sangat antusias mengikuti rangkaian acara sampai selesai, walaupun ditengah terik panas sehingga menguras energi para peserta kegiatan, namun para peserta sangat antusias mengikutinya sampai selesai.

Namun yang sangat disayangkan oleh pihak YBAI, adalah ketidak hadiran pihak DPRD Bandung Barat yang seharusnya justru menjadi fasilitator dan penguat aspirasi masyarakat, justru tidak ada respon dan konfirmasi kepada pihak YBAI, padahal sudah sejak jauh hari pihak YBAI menyampaikan tentang program tersebut.

Menanggapi hal ini, Ahmad Sastra selaku ketua YBAI berpendapat, bahwa DPRD Bandung Barat tidak aspiratif dan responship terhadap aspirasi masyarakat dan tidak menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Yang seharusnya DPRD berada digaris depan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, ini justru diam seribu kata.

Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, karena sangat jauh dari apa yang kami harapkan, harapan kami justru pihak DPRD mewakili, mendampingi dan menyampaikan permasalahan lingkungan yang terjadi di Bandung Barat terkait limbah ternak sapi dan sampah kepada pemangku kebijakan, ini justru bungkam tanpa respon apapun. “Kami merasa sangat kecewa dengan sikap DPRD Bandung Barat yang tidak merespon”, ungkap Ahmad.

Padahal menurut regulasi atau undang-undang, negara harus hadir untuk mewujudkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai kewajiban, apalagi lingkungan yang baik dan layak juga merupakan bagian dari subtansi hak asasi manusia yang harus di implementasikan dan diperjuangkan. “Kita ini rakyat, DPRD wakil rakyat, kalau tidak membela kepentingan rakyat dalam hal ini permasalahan lingkungan, lalu kami harus mengadukan hal ini kepada siapa?”. Tegasnya.

Rencananya, pihak YBAI akan menyampaikan hal ini kepada DPRD Jawa Barat Komisi IV, DPR RI Komisi XII dan Komite II DPD/MPR RI yang membidangi lingkungan hidup. Kami tidak cukup menyerah sampai disini untuk mengadvokasi kepentingan rakyat dalam mendapatkan lingkungan yang baik, layak dan sehat.
“Sekali lagi, jujur kami sangat kecewa”. Tutup Ahmad.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *