Berita Utama Daerah

REUNIKEUN Jadi Momentum Emas Alumni SMPN 2 Ngamprah Melepas Rindu Setalah Hampir Dua Dekade Berlalu

Bandung Barat- InformanNews|| Suasana penuh kehangatan, canda, dan nostalgia mewarnai kegiatan reuni perdana alumni SMPN 2 Ngamprah Angkatan 2007 yang digelar di Villa Pasundan, Cilame, Ngamprah, Minggu (21/6/2026).

Mengusung tema “REUNIKEUN – Rindu Erat Untuk Kumpul Ingat KENangan”, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 alumni yang datang dari berbagai daerah untuk kembali bertemu setelah kurang lebih 19 tahun berpisah sejak kelulusan pada 2007.

Reuni yang berlangsung penuh kekeluargaan itu menjadi momentum istimewa bagi para alumni untuk mengenang masa-masa sekolah sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat terpisah oleh perjalanan waktu.

Ketua Panitia Reunikeun, Erid Sabtaginarya, menyampaikan bahwa terdapat momen yang sangat berkesan dalam pelaksanaan reuni tersebut. Menurutnya, pelaksanaan reuni bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19, sebuah kebetulan yang memiliki makna mendalam bagi para alumni.

“Ada satu hal yang menarik dan mungkin bukan sekadar kebetulan. Pada tanggal 19 Juni 2026, Kabupaten Bandung Barat memperingati hari jadinya yang ke-19. Dan pada kesempatan yang berbahagia ini, kita juga melaksanakan reuni pertama setelah kurang lebih 19 tahun berpisah sejak kelulusan kita pada tahun 2007,” ujar Erid.

Ia mengatakan, angka 19 seakan menjadi pengingat perjalanan waktu yang telah dilalui bersama. Selama 19 tahun terakhir, Kabupaten Bandung Barat terus tumbuh dan berkembang. Begitu pula para alumni SMPN 2 Ngamprah Angkatan 2007 yang telah menempuh berbagai perjalanan kehidupan.

“Selama 19 tahun, Kabupaten Bandung Barat terus bertumbuh dan berkembang. Demikian pula kita semua, para alumni, yang telah menempuh berbagai perjalanan hidup, meniti pendidikan, membangun keluarga, mengembangkan karier, dan mengabdikan diri di berbagai bidang,” katanya.

Meski kini para alumni memiliki profesi, jabatan, dan latar belakang kehidupan yang beragam, reuni tersebut menjadi ruang yang menyatukan kembali seluruh kenangan masa sekolah.

“Namun hari ini, setelah 19 tahun berlalu, kita kembali dipertemukan bukan sebagai profesi, jabatan, atau status sosial yang berbeda-beda, melainkan sebagai sahabat lama yang pernah duduk di bangku sekolah yang sama, belajar bersama, bercanda bersama, dan menorehkan kenangan yang hingga kini masih tersimpan dalam ingatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erid berharap reuni perdana tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen sesaat, melainkan menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kebersamaan yang terus terjaga di masa mendatang.

“Semoga momentum 19 tahun ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan yang tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa waktu yang terus berjalan tidak akan pernah mampu menghapus kenangan dan persahabatan yang telah terjalin sejak masa sekolah.

“Karena sejatinya, waktu boleh berlalu 19 tahun, tetapi persahabatan dan kenangan yang baik tidak pernah mengenal batas waktu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, partisipasi, serta kehadiran sehingga kegiatan reuni dapat terlaksana dengan sukses.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada sejumlah donatur utama yang juga merupakan alumni SMPN 2 Ngamprah Angkatan 2007. Dukungan juga di berikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ibu Tati Supriati Irwan, dan Ketua DPRD KBB, sebagai tokoh masyarakat di wilayah desa Tanimulya tempat lokasi berdirinya SMPN 2 Ngamprah,

Selain itu, penghargaan dan terima kasih turut disampaikan kepada Kepala Desa Tanimulya Omin Efendi, mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Jaka Supriatna, Camat Ngamprah yang diwakili Sekretaris Kecamatan, serta para guru SMPN 2 Ngamprah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran para tokoh, guru, dan alumni semakin menambah hangat suasana reuni. Momen kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa meskipun hampir dua dekade telah berlalu, ikatan persaudaraan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap terjaga dan menjadi kenangan berharga yang akan terus hidup dalam perjalanan waktu.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *