SUKABUMI-INFORMANNEWS.COM – Kapal kargo bernama KM Titon 70 yang mengangkut batu bara dikabarkan karam di perairan Cibuni, wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada hari Minggu pagi, 14 Juni 2026. Penyebab awal insiden diduga kuat karena adanya kebocoran pada lambung kapal.
Menurut keterangan Nahkoda kapal, Nasriadi (47) warga Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu kapal sedang melaju dalam perjalanan dari Lampung menuju tujuan akhir di Cilacap dengan membawa muatan batu bara seberat sekitar 10.000 ton.
Saat berada di tengah perairan, awak kapal mendeteksi air mulai masuk melalui celah pada badan kapal. Sebagai langkah penyelamatan darurat, Nahkoda segera memerintahkan untuk melego jangkar guna menahan posisi kapal agar tidak semakin terhanyut dan kondisinya tidak memburuk.

Menyikapi keadaan tersebut, proses evakuasi segera dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur terkait, antara lain Pos AL Ujunggenteng, Polsus, KKP Ujunggenteng, Satpol-PP Ciracap, BPBD Kabupaten Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Polsek Ciracap, Pemerintah Desa serta para nelayan sekitar. Seluruh 16 orang awak kapal berhasil diselamatkan menggunakan kapal nelayan KM Dede Putra, kemudian dibawa menuju kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.
Para awak kapal tiba di lokasi pendaratan sekitar pukul 16.00 WIB, lalu segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Puskesmas Ciracap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh awak kapal dinyatakan dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Berikut adalah daftar nama dan asal tempat tinggal seluruh awak kapal KM Titon 70:
Nasriadi (47) Barru, Sulawesi Selatan,
Yulianto (49) Rembang, Sigit Wahyu Jatmiko (35) Semarang, Acep Nugroho (46) Purbalingga, Ariyah Fachri Bahar (28) Luwu, Abdul Azis Setiawan (29) Kediri, Hiri Sujarwanto (47) Purworejo, Sumardi (36) – Bone.
Kemudian Bayu Putro Utomo (29) Madiun,
Stenly Kiki Pasandaran (35) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, Aji (46) Purbalingga, Sardi Ode (25) Lembata, Muhammad Al Anis (23) Lampung Selatan,
Julpan Ardiansyah (24) Lombok Timur,
Muhammad Deni Buton Lampung, dan
Ronald Pamatan (34) Asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Saat ini pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terhadap lokasi kejadian serta kemungkinan dampak yang ditimbulkan, guna memastikan keamanan pelayaran dan lingkungan perairan sekitar. (DICKY)




