Berita Utama

Paguyuban Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Ciamis, Dukung program “Bhakti Dwipantara” YBAI.

Program “Bhakti Dwipantara” adalah sebuah program yang memfokuskan pada bidang pelestarian alam dan pemajuan kebudayaan yang akan diselenggarakan YBAI dibeberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat. Mengacu kepada hasil survey tim YBAI dilapangan, bahwa masih minimnya kegiatan pariwisata di wilayah Jawa Barat yang memaksimalkan prinsip pariwisata berkelanjutan, dimana konsep wisata ini mengutamakan 3 pilar yaitu aspek lingkungan, sosial budaya dan ekonomi. Masih banyak terjadi ketidak seimbangan antara pembangunan ekonomi dengan aspek lingkungan, sosial dan budayanya pada sektor wisata, objek-objel wisata masih dominan mengedepankan pembangunan ekonomi. Seperti contohnya diwilayah “Bandung Raya” masih sangat jarang objek wisata yang menampilkan kebudayaan daerah lokal misalkan seni musik, seni tari atau bela diri tradisional sekitar pada tempat objek wisata tersebut.

Berdasarkan hal tersebut diatas, YBAI mengambil langkah strategis dengan membuat program “Bhakti Dwipantara” yang saat ini sedang dalam proses dan tahap kajian oleh tim, dimana program ini nantinya akan mendorong para pengelola objek wisata di Jawa Barat untuk merealisasikan konsep pariwisata berkelanjutan, rencana kedepan program ini akan menggandeng berbagai pihak untuk bermitra dan kolaborasi, termasuk para pelaku dan penggiat budaya, dengan harapan program ini dapat memajukan sektor pariwisata di Jawa Barat dan menambah daya tarik bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi objek-objek wisata.

Menanggapi hal ini, Paguyuban Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Ciamis angkat bicara, Ketua Paguyuban Moka Ciamis Muhammad Restu Nugraha/Abah Restu mengapresiasi gagasan YBAI untuk program “Bhakti Dwipantara”, karena Paguyuban Moka Ciamis juga memang aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut seperti Lingkungan hidup, Pariwisata dan Kabudayaan diKabupaten Ciamis. yang nantinya mungkin dapat berkolaborasi dengan program “Bhakti Dwipantara” YBAI.

Restu menambahakan, program ini sangat positif bagi masyarakat, dimana akan dapat mendorong perkembangan sektor pariwisata khususnya diKabupaten Ciamis dan umumnya di Jawa Barat, dimana Ciamis dikenal dengan sejarah kerajaan sunda dan galuh sebagai cikal bakal padjajaran, bahkan sampai sekarangpun masyarakat Kabupaten Ciamis memang masih kental dengan berbagai kegiatan dan seni tradisional warisan nenek moyang, bahkan pemerintah daerah kabupaten ciamis terus melestarikan tradisi-tradisi nenek moyang, seperti contohnya ritual upacara adat “Nyangku” yang digelar di Kawasan Objek Wisata Setu Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis setiap tahun tepatnya pada Rabiul Awal (Maulud), upacara adat pencucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu/Sanghyang Borosngora ini memang sudah dilaksanakan sejak dahulu kala, dan bahkan dikenal diberbagai penjuru nusantara. Selain berfungsi untuk merawat budaya leluhur, tradisi ini sarat akan makna spiritual, dimana sebagai bentuk rasa syukur dan syarat membersihkan diri manusia dari sifat-sifat buruk. Apalagi Kabupaten Ciamis dikenal dan telah dinobatkan sebagai kota terbersih se ASEAN (Clean Land) pada ajang ASEAN Enviromentally Sustainable Cities (ESC) Award, pengakuan ini berkat sistem pengelolaan sampah terpadu dan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam memilah sampah, sehingga permasalahan sampah dapat terselesaikan pada sumber/dirumah. Tuturnya

Program Director YBAI Aurelie Tania mengatakan, program “Bhakti Dwipantara” ini bertujuan untuk mendorong objek-objek wisata di wilayah Jawa Barat agar menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan, karena konsep ini akan menjadi tolak ukur bagi industri pariwisata maupun pemerintah dalam mengevaluasi dan membenahi terhadap sektor wisata. Dimana konsep ini sangat mengutamakan tiga aspek yaitu : lingkungan, sosial budaya dan ekonomi, jadi ketiga aspek tersebut harus bisa selaras demi terciptanya pariwisata yang mengedepankan kelestarian lingkungan, pemajuan kebudayaan dan membangun ekonomi bagi masyarakat. Rencananya untuk pelaksanaan program “Bhakti Dwipantara” ini Kabupaten Ciamis ada beberapa kandidat wilayah yang akan dijadikan pilot project atau percontohan antara lain : Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Bandung Barat yang mana saat ini sedang dalam tahap kajian sesuai dengan latarbelakang dan kebutuhan wilayah. Oleh karena itu dirinya atas nama YBAI mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari Paguyuban Moka Ciamis yang bahkan siap untuk berkolaborasi dalam merealisasikan program ini.

Aurelie menegaskan, pihak YBAI sedang mempersiapkan program “Bhakti Dwipantara” ini dengan berbagai kajian yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah baik pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Pariwisata RI melalui rapat audiensi. Tutupnya.

Ahmad Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *