NAGEKEO – InformanNews.com- Tarian tradisional Jogek turut memeriahkan acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ ke-VIII tingkat Kabupaten Nagekeo yang digelar di halaman Masjid Baiturrahman Alorongga,Kelurahan Mbay I ,Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (29/04/2026).
Tarian Jogek tersebut dibawakan oleh Sanggar Tari Tanah Kune dari SDN Ameaba. Penampilan para penari dilatih oleh Martha Boa dan berada di bawah arahan pelatih Abah Hall Natsir Muhammad.
Penampilan tarian Jogek menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian pembukaan MTQ tahun ini. Tarian khas yang berasal dari daerah Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu, kafilah, dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan keagamaan tingkat kabupaten itu.
Tarian Jogek merupakan salah satu warisan budaya leluhur masyarakat adat Mbay yang masih terus dipertahankan hingga saat ini. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, tarian ini tetap hidup dan dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat adat Mbay.
Secara tradisional, tarian Jogek biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu dari luar daerah. Selain itu, tarian ini juga kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat, ritual budaya, maupun kegiatan resmi pemerintah dan masyarakat.
Dalam penampilan pada pembukaan MTQ ke-VIII Kabupaten Nagekeo, tarian Jogek dibawakan oleh 10 hingga 12 penari perempuan. Mereka tampil dengan gerakan yang anggun dan kompak, diiringi oleh tiga pemukul gendang, dua pemukul gong, serta satu orang pengiring tarian yang dalam bahasa Mbay biasa disebut Kelong.
Meski sekilas terlihat sederhana, tarian Jogek membutuhkan kelenturan tubuh, kekompakan, serta kemampuan mengikuti irama musik tradisional. Gerakannya didominasi oleh lenggokan tubuh dan permainan telapak tangan yang bergerak selaras dengan irama gong dan gendang.
Keindahan tarian ini terletak pada keselarasan antara gerak penari dan bunyi alat musik pengiring. Setiap hentakan gendang dan dentingan gong menjadi penuntun bagi para penari untuk menjaga ritme dan kekompakan selama pertunjukan berlangsung.
Penampilan tarian Jogek pada pembukaan MTQ ke-VIII ini juga menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan. Kehadiran tarian tradisional tersebut menambah semarak suasana pembukaan sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Dengan ini, masyarakat Nagekeo diharapkan semakin mencintai dan menjaga warisan budaya daerah. Tarian Jogek tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol penghormatan, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat Mbay yang terus hidup dari generasi ke generasi. (Red)
