LEMBANG, JAWA BARAT – Kelompok tani dan peternak sapi perah “SARI MUKTI” di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, kini menjadi sorotan setelah organisasi lingkungan Ruah Hijau menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan. Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
Kelompok SARI MUKTI membawa misi untuk membawa para petani dan peternak naik kelas; tidak sekadar menjadi penjual hasil pokok, tetapi bertransformasi menjadi produsen mandiri yang berdaya saing. Selain sektor produktif, kelompok ini juga berkomitmen mengembangkan konsep agrowisata ramah lingkungan sebagai wujud nyata menjaga kelestarian alam di Desa Sukajaya.
Sinergi dan Pendampingan Strategis
Yessa Amandha, Kepala Divisi Kampanye dan Advokasi Lingkungan Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) yang juga Duta Lingkungan Jawa Barat, merespons positif inisiatif ini. Ia bersama tim telah meninjau langsung lokasi SARI MUKTI untuk memetakan kebutuhan pendampingan.
“Kami berkomitmen mendampingi kelompok SARI MUKTI, khususnya dalam aspek pelestarian lingkungan. Saat ini, yang dibutuhkan adalah dukungan konkret agar program ini terealisasi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, baik di level Jawa Barat maupun Kabupaten Bandung Barat, memiliki posisi strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tegas Yessa.
Yessa menekankan bahwa dukungan CSR yang tepat sasaran akan menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Pihaknya menjamin bahwa setiap dukungan yang masuk akan dikelola secara transparan dan terarah sebagai model percontohan pembangunan ekonomi berbasis lingkungan. Sebagai langkah penguatan, Yessa telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat. Langkah ini sekaligus menjadi dukungan terhadap GERAKAN ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan pemerintah pusat dan diimplementasikan melalui edaran Gubernur Jawa Barat.
Potensi Agrowisata sebagai Penggerak Ekonomi
Di sisi lain, Direction of Research Ruah Hijau, Aurelie Tania, menambahkan bahwa keterlibatan organisasinya berfokus pada terciptanya ekosistem yang selaras antara kelestarian lingkungan dan ekonomi.
“Lingkungan yang bersih dan nyaman secara otomatis akan menjadi daya tarik wisatawan. Kami mengajak perusahaan mitra CSR di Jawa Barat untuk melihat program ini sebagai peluang kolaborasi yang berdampak langsung,” ujar Aurelie.
Menurutnya, program ini diharapkan menjadi prototipe ekonomi kerakyatan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Jawa Barat, sejalan dengan visi “Jabar Istimewa”. Melalui sinergi antara masyarakat, pendamping, dan sektor swasta, SARI MUKTI diharapkan mampu menjadi pionir perubahan yang tidak hanya mengejar angka, tetapi menciptakan kemandirian jangka panjang bagi masyarakat Jawa Barat.
Ahmad Sastra
