BANDUNG BARAT informan news
Memasuki puncak musim hujan yang disertai angin kencang, masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Sabtu,24/1
Ketua Tim Kongres Nasional Yayat Ruhiyat, menegaskan bahwa fenomena alam yang terjadi belakangan ini bukan sekadar siklus cuaca, melainkan sebuah pengingat keras bagi manusia untuk kembali menyelaraskan diri dengan alam.
Pesan Utama: Alam Sedang Berbicara
Yayat Ruhiyat menyampaikan bahwa rentetan peringatan cuaca dari BMKG harus disikapi dengan langkah konkret di lapangan melalui semangat “Jaga Lembur” (menjaga kampung halaman).
Alam seolah sedang memberikan peringatan kepada kita semua. Hujan deras dan angin kencang ini adalah sinyal agar kita lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak abai terhadap kelestarian alam,” ujar Yayat.
Beliau menekankan beberapa poin penting bagi warga, di antaranya:
Kesadaran Lingkungan: Menghentikan pembuangan sampah ke saluran air dan menjaga daerah resapan di perbukitan.
Kewaspadaan Dini: Memantau pergerakan tanah atau retakan di tebing bagi warga yang tinggal di area rawan longsor.
khtiar Batiniyah: Menyeimbangkan upaya fisik dengan doa dan tawakal kepada Sang Pencipta agar senantiasa diberikan perlindungan.
Mitigasi Bencana di Wilayah Selatan
Mengingat topografi wilayah Bandung Barat bagian selatan dan utara yang didominasi perbukitan, risiko longsor menjadi perhatian utama. Yayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan bergotong-royong membersihkan saluran drainase sebelum debit air meningkat.
“Kita harus lebih berhati-hati. Jangan menunggu bencana datang baru kita bergerak. Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tambahnya menutup pembicaraan.
