Pembangunan jalan lingkungan di Kampung Akte Pasirkuuk, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga yang bernilai Rp.116.500.000 ( Seratus enambelas juta limaratus ribu rupiah) di duga asal jadi. Pasalnya material yang di gunakan tidak memakai hotmix jadi melainkan diolah sendiri secara manual ( di bakar menggunakan kayu bakar) sehingga di sangsikan kualitas nya.

Hal ini menjadi sorotan salah satu tokoh masyarakat KBB yang juga sebagai Ketua DPD BAIN HAM RI Kabupaten Bandung Barat Ahmad Sastra.

Menurut Ahmad, pembangunan jalan lingkungan yang bersumber dari anggaran pemerintah seharusnya di sesuaikan dengan spek dan RAB yang sudah di tuangkan dalam APBDes, karena kan bankeunya masuk rekening desa dan harus di kerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa ( TPKD).

Kalau di dalam APBDes RAB nya Aspal Hotmix ya harus nya beli jadi saja karena kan sudah teruji kelayakannya, beda dengan hotmix buatan sendiri di bakar menggunakan kayu bakar, yang belum tentu lolos uji kelayakan sehingga di sangsikan juga kualitasnya. Jangan sampai karena kepentingan sehingga pembangunan tersebut dibuat asal jadi. “Tutur Ahmad.

Sedangkan menurut Kepala Desa Sukaresmi, mengatakan bahwa di dalam APBDes itu bukan belanja hotmix melainkan aspal saja dan proses nya pun manual dengan cara di bakar menggunakan kayu bakar, agar kualitas nya lebih bagus daripada membeli hotmix jadi.”Tuturnya saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp kepada awak media.

Dengan adanya ketimpangan tersebut di harapkan APH turun tangan untuk periksa setiap anggaran Bantuan Keuangan yang turun ke desa, agar bantuan dari pemerintah tersebut tersalurkan sesuai spek dan RAB yang sudah di tentukan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *