Bandung barat_Informannews.com
Pemerintah Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, terus mendorong peningkatan ketahanan pangan desa melalui dua skema pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemberdayaan masyarakat melalui berkebun contoh. Kedua program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Kementerian Desa.

Kepala Desa Jatimekar, H.Dono sumpena, menjelaskan menurutnya bahwa program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Jatimekar sudah sesuai aturan Kementrian Desa, Senin 24/11/2025.

“Saya sebagai Kepala Desa Jatimekar bahwa di Jatimekar berdiri BUMDes bernama “Berkarya untuk maju” dan kami sebagai pemerintah Desa sudah sesuai dengan pimpinan pusat bawah harus menggelontorkan anggaran sebesar 20% dari jumlah Dana Desa sebesar 1,3M berarti kami menggelontorkan anggaran sekitar Rp260 juta kepada BUMDes,” ujarnya.

“Dan Alhamdulillah untuk program ketahanan pangan sesuai dengan petunjuk dari hasil Musdes keputusan yaitu untuk menanam jagung, makanya kami untuk tahap pertama ini menanam jagung seluar 5 Hektare dan berdiri daripada lahan Desa, dan kami memberikan lahan seluas 5 Hektare ini ada ada PADes nya tapi di bawah standar jika nyewa ke tanah Masyarakat karena untuk kepentingan daripada pembangunan Desa,”katanya.

“Alhamdulillah kenyataannya seperti ini bisa di lihat untuk jagung, merupakan salah satu ketahanan pangan dan kepentingan dari Masyarakat InsyaAlloh terpenuhi,” tuturnya.

Lanjut Kepala Desa berharap, “Harapan dari kami ini kan bukan untuk jagung saja harus menyeluruh kita punya 11 kelompok tani di satu desa itu akan kita buat kerja sama di bidang khususnya ketahanan pangan, apakah nanti untuk nabati, sayur mayur nya karena nanti dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih akan memerlukan bisa pemasokan dari Masyarakat.

“Potensi dari Desa Jatimekar petaninya itu dari palawija seperti cabe, timun, paria, terong panjang, bulat ini jika melihat potensi di Jatimekar cukup menguntungkan dengan adanya BUMDes atau Koperasi Desa, karena dari lahan Jatimekar saja dalam waktu 1 minggu atau dua hari saja ke Cibitung itu bisa mengirimkan sampai 17 ton bahkan 18 ton per 2 hari itu hasil daripada bumi Desa Jatimekar karena mayoritas disini tani,” pungkasnya.

Terpisah Direktur BUMDes Jatimekar ( Oyat S,pd ) kepada awak media mengatakan.

“Untuk dari kami sebagai Direktur BUMDes untuk ketahanan pangan jagung untuk mempermudah di bagi ke 3 kelopak sebagai tertera di susunan pengelola BUMDes. Untuk pengolahan Alhamdulillah sampai sekarang sudah bagus yang pertama dari bagian pengolahan sebanyak 23 Orang mengolah lahan jagung seluas 5 Hektare,” katanya.

Biaya yang kami serap yaitu sebesar 60% dari mulai pengolahan, penggarapan sampai pembelian alat-alat yang yang di perlukan untuk pertandingan jagung,” ucapnya.

Harapan kami rencana untuk kedepannya karena di kami itu banyak petani petani ikan, kami ke depannya akan di masukan sebagai unit pengurus BUMDes,” ujarnya mengakhiri.

Selanjutnya Sopandi sebagai ketua BPD juga pengawas BUMDes Jatimekar menilai bahwa BUMDes Jatimekar sudah selesai aturan kementrian Desa.

“Menurut saya sebagai ketua BPD juga pengawas BUMDes prospek bagus, karena untuk pemeliharaan di dampingi oleh balai pertanian BPP Kecamatan dan saya lihat hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya.

Masih kata ia, “Adapun terkait administrasi karena BUMDes sesuai aturan kementrian Desa, itu ada tata cara bagaimana administrasi untuk penanaman jagung jadi saya rasa ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita,” tandasnya.

“Saya selalu mengawasi kegiatan BUMDes Jatimekar, dan saya tegaskan sekali lagi program BUMDes Jatimekar berjalan dengan mulus dan terarah,” tutup ketua BPD.

Reporter: AC

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *