KBB– Informannews|| Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyelenggarakan sosialisasi terhadap Kader Siaga Zoonosis (Kasizo) sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit zoonosis.
Kegiatan digelar di Aula Kecamatan Cipatat pada Rabu (12/11/20205) dengan peserta Kader Siaga Zoonosis yang meliputi empat Kecamatan. Yaitu, Kecamatan Cikalong wetan, Cipeundeuy, Cipatat dan Saguling.
Dalam giat tersebut dihadiri Oleh Kepala Dinas Perikanan dan peternakan, drh. Wiwin Aprianti, M. Si, para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari empat Kecamatan, serta peserta perwakilan dari setiap desa.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan dalam sambutannya menyampaikan, terbentuknya Kader Zoonosis diharapkan dapat membantu petugas dinas dalam menjalankan program pengendalian dan penanggulangan zoonosis, khususnya pada jenis zoonosis prioritas seperti rabies, anthrax, leptospirosis, brucellosis, dan avian influenza.
“Kader Zoonosis ini menjadi model pengendalian zoonosis berbasis partisipasi aktif masyarakat. Mereka akan menjadi ujung tombak yang menjembatani petugas dinas dengan masyarakat, membangun kesadaran, serta memberikan informasi sedini mungkin apabila ada kasus zoonosis di lapangan,” ungkap wiwin
Sementara dalam sosialisasi tersebut juga menghadirkan narasumber, Kepala Bidang Kesehatan Hewan KBB drh. Acep Rohimat, M. Tr. AP, dan Ketua Tim Kerja Pencegahan Zoonosis Direktorat KESMAVET
Ditjen Peternakan n Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian drh. Agus Jaelani, M. Si.
Materi yang disuguhkan meliputi pengenalan dan cara mencegah zoonosis, komunikasi dasar dan menggerakkan masyarakat, pengenalan tata laksana zoonosis, membuat kerangka komunikasi dan menggunakan flipchart, panduan menjadi fasilitator pelatihan, praktek KIE, dan pelaporan kasus zoonosis.
Melalui pelatihan ini, Kabid Kesehatan kesehatan hewan berharap Kader Zoonosis dapat memperkuat jejaring kewaspadaan dini terhadap penyakit zoonosis di tingkat masyarakat, sehingga respon penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat oleh petugas teknis dinas terkait.
Redaksi IN
