Bandung barat_Informannews
Dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung barat, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes “Mitra saluyu” mengembangkan bisnis ayam petelur, tahap pertama pihaknya mengalokasikan untuk pengadaan 800 ekor bibit ayam petelur, Minggu (09/11/2025).
Direktur BUMDes, Yana dalam kesempatan tersebut menjelaskan, sebagaimana hasil musyawarah, bahwa Pemerintah desa Cipada dalam ikut mensukseskan program ketahanan pangan sebagaimana program Bapak Presiden Prabowo, menyepakati untuk melakukan pengembangan usaha ternak ayam petelur.
Dijelaskannya, setelah melakukan pembangunan kandang ayam dengan kapasitas kandang mampu menampung 800 ekor ayam, hal itu dilakukan selain karena anggaran yang terbatas karena untuk pembangunan sarana dan prasarana kandang, juga sebagai uji coba tahap awal, dan nanti bila sudah bisa berkembang akan dikembangkan.

“Jika nanti berhasil dan sukses untuk sekarang masih tahap uji coba sebanyak 800 ekor jika sukses hasilnya maksimal ke depannya akan di tambah dan dikembangkan,” ucapnya.
“Untuk perawatan ayam petelor yang di butuhkan saat ini keteladanan dan kesabaran karena pelihara ayam petelor ini butuh kesabaran terutama masa proses ayam tersebut untuk sekarang saja dari mulai datang ayam baru menghasilkan puluhan telor ayam perhari dan masih bertahap, masih notosan kalau bahasa sundanya, jika mulai kelihatan mungkin nanti di usia 22 minggu hasilnya mulai kelihatan,” tuturnya.
Masih kata yana berharap, “saya bagi aparatur desa siapapun itu kita butuh bimbingan dan pengawasan dengan lebih ketat lagi, dan kedepannya mudah-mudahan anggarannya jika populasinya berjalan minta di tambah untuk sekarang kita berharap mudah-mudahan ayamnya sehat semua karena yang saya khawatirkan itu dalam segi kematian bagi kami pengelola intinya ayam bisa sehat dan bertelor tiap hari,” imbuhnya.
Masih lanjut yana menambahkan, anggaran yang diserap pihak Bumdes mitra saluyu dari pemerintah melalui Dana Desa (DD) Cipada, dapat dimaksimalkan penggunaannya sehingga sesuai dengan tujuan dan harapan bersama mendukung ketahanan pangan bagi warga,” pungkasnya.
Terpisah Kepala Desa Cipada (Ujang Dahriya) mengatakan ketahanan pangan yang di realisasikan untuk ayam petelor adalah program jangka panjang.
“Ketahanan pangan ini bukan hanya untuk program jangka pendek, tapi juga investasi untuk keberlanjutan desa. Bumdes kami diberi peran sebagai pengelola, yang nantinya bisa memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujar Ujang.
Masih kata Kades Cipada Ujang Dahriya, pelaksanaan program dilakukan dengan membentuk tim pengelola secara khusus. Hal ini bertujuan agar setiap tahapan dapat dilaksanakan secara profesional dan terorganisir.
“Sejak awal kami sudah menyiapkan struktur pengurus program ini. Karena kami ingin hasilnya nyata, berdampak pada perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Kami berpesan kepada semua pengelola BUMDes mitra saluyu bisa mengelola dengan baik administrasinya juga harus baik, nanti akan kelihatan untung ruginya dan juga mudah-mudahan pengurus BUMDes serta Direktur semua di kasih kesehatan sehingga bisa mengurus dengan baik dan menghasilkan 100% bisa sukses,” pungkasnya.
Asep cahyana (Kaperwil Jabar)




