KBB- Informannews.com– RSUD Cililin memberikan klarifikasi terkait meninggalnya Bunga Rahmawati, seorang siswi SMKN 1 Cihampelas, yang menimbulkan pertanyaan di kalangan publik.

Klarifikasi ini disampaikan oleh Kepala IGD RSUD Cililin, dr. Dwi Anggitasari Puspita, dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (2 Oktober 2025).

Menurut dr. Dwi, Bunga tiba di IGD RSUD Cililin pada 30 September 2025 sekitar pukul 13.30 WIB, dirujuk oleh ambulans desa. Kondisi pasien saat tiba sudah sangat memprihatinkan.

“Saat datang ke IGD, pasien sudah dalam keadaan pucat, tampak kebiruan, dan tidak ada pergerakan napas. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan denyut jantung dan pupil mata sudah midriasis total. Pemeriksaan EKG juga menunjukkan tidak ada aktivitas listrik jantung atau asistol. Dengan kondisi tersebut, kami menyatakan pasien meninggal,” jelas dr. Dwi.

Menanggapi dugaan dehidrasi akibat keracunan makanan yang dikaitkan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dr. Dwi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, Bunga tidak memiliki riwayat penyakit bawaan selain gastritis atau maag.

Bunga memang tercatat sebagai penerima MBG pada hari Rabu (24/9), namun tidak ada catatan pemeriksaan atau kunjungan ke RSUD Cililin sebelumnya terkait program tersebut.

“Pasien datang dalam kondisi death on arrival. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti autopsi. Namun, pihak keluarga menolak tindakan tersebut saat berada di IGD,” tambahnya.

Dr. Dwi juga menanggapi pernyataan keluarga mengenai adanya muntahan sebelum Bunga dibawa ke puskesmas. Saat tiba di RSUD Cililin, tidak ditemukan tanda-tanda muntahan atau mulut berbusa. Pemeriksaan sampel cairan lambung untuk mengetahui adanya zat toksikologi memerlukan ahli khusus dan tidak dapat dilakukan di IGD RSUD Cililin.

Terkait kasus keracunan massal yang juga menimpa siswa SMKN 1 Cihampelas dan dirawat di RSUD Cililin, dr. Dwi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pada hari Rabu, terdapat dua titik kejadian keracunan, yaitu di Cipongkor dan Cihampelas. Data dari puskesmas mencatat ada 197 korban yang tersebar di rumah sakit, posko, dan puskesmas.

“Untuk data lebih lanjut mengenai kasus keracunan massal, sebaiknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar data yang diperoleh akurat dan tidak simpang siur,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, RSUD Cililin berharap dapat menjawab pertanyaan publik terkait penyebab meninggalnya Bunga Rahmawati. Pihak rumah sakit menekankan bahwa kondisi pasien saat tiba sudah menunjukkan tanda-tanda kematian dan telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Sumber : Lensadaerah. com
Editor : Redaksi IN

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *