Cipeundeuy- Informannews.com
Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kampung Ciburial Bodon, Desa Jati Mekar, Kabupaten Bandung Barat, disambut gembira petani karena mampu menekan biaya produksi sekaligus memperlancar distribusi hasil panen.

Petani Bersyukur Akses Lebih Baik

Anggota Kelompok Tani Bodon Motekar, Rudi Khaerudin, bersyukur jalan menuju lahan pertanian kini lebih layak setelah mendapat program JUT.

“Terima kasih kepada Bupati dan Dinas DKPP atas program JUT di wilayah kami. Jalan ini akan mempermudah akses alat dan mesin pertanian ke area persawahan sehingga menekan biaya produksi dan memberi banyak manfaat untuk petani,” ujarnya, Selasa (30/9).

Rudi menambahkan, pembangunan JUT merupakan langkah menuju pertanian modern berwawasan agribisnis yang memerlukan prasarana dan sarana memadai.

“Alhamdulillah dengan adanya program JUT ini, akses hasil pertanian lebih mudah menjangkau areal persawahan,” katanya.

Hasil Pertanian Didistribusikan ke Pasar Induk

Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat di Kampung Ciburial bodon berprofesi sebagai petani. Hasil panen mereka didistribusikan ke Pasar Induk Cibitung.

“Hasil pertanian mulai dari cabai, terong, kacang panjang, timun, paria, dan sayuran lainnya mencapai 3 ton hingga 8 kuintal per musim. Semua hasil panen itu sudah ada tengkulaknya,” jelas Rudi.

Menurutnya, kemajuan sistem pertanian tidak hanya ditandai dengan modernisasi, tetapi juga peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah jalan yang baik memudahkan petani mengangkut hasil panen ke pasar sekaligus membawa sarana produksi seperti pupuk dan benih ke lahan,” imbuhnya.

Dampak Positif bagi Ekonomi Desa

Terpisah, Kepala Desa Jati Mekar, Dono Sumpena, mengatakan program JUT yang dibiayai APBD sebesar Rp149,18 juta ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebelum ada JUT, jalan di Kampung Ciburial Bodon tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga distribusi hasil pertanian membutuhkan biaya tinggi.

“Saat ini akses jalan lebih baik dan transportasi lebih mudah sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan nilai jual hasil panen petani,” katanya.

Harapan Pembangunan Dilanjutkan

Dono menambahkan, sekitar 70 persen warganya adalah petani palawija dengan total luas lahan 250 hektare. Produksi panen per minggu mencapai 15 ton dan didistribusikan ke Pasar Induk Cibitung.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa kembali memberikan bantuan serupa di wilayahnya.

“Masih ada sekitar 600 meter jalan yang belum tuntas dibangun. Semoga Bupati memperhatikan akses jalan yang tersisa itu,” pungkasnya.

Redaksi IN

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *