Bandung barat_Informannews.com
Pemerintah Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung barat melsksanakan perayaan Milangkala Desa yang ke 170 tahun dengan tema “Genah, Merenah, Tumaninah, Sarasa, sajiwa satujuan”, Kegiatan ini di dilaksanakan di Lapangan UMKM Desa Ciroyom Sabtu 30 Agustus 2025.

Dengan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa barat, Bupati Bandung barat yang diwakili Kadis DPMD, Camat Cipeundeuy juga Dekan SPM ITB juga para Kepala Desa yang ada di wilayah Kecamatan Cipeundeuy.

Kegiatan ini di awali dengan jalan santai sehat, kemudian penampilan kreasi seni budaya dari warga Desa Ciroyom, seperti jaipong, pencak silat, tarung drajat diselingi dengan pembagian Doorprize.

Dalam sambutannya Kepala Dinas DPMD (Dudi Supriadi S.Sos.) Kabupaten Bandung barat menyampaikan permohonan maaf nya karena Bupati Bandung barat tidak bisa datang menghadiri.

“Pertama-tama kami ingin menyampaikan permohonan maaf Bupati Bandung barat tidak bisa hadir karena lagi giat meeting dengan pak presiden berkaitan dengan masalah ketahanan pangan, selanjutnya tentunya pak Bupati menyampaikan ucapan selamat Milang kala desa ciroyom yang ke 170, genah, merah, tumaninah, sarasa sajiwa satujuan, luarbiasa,” ucapnya.

“Selanjutnya saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada ITB yang telah melakukan kegiatan sinergitas dengan pemerintahan Bandung barat khususnya desa ciroyom dan Insya Alloh program yang dilakukan sampai 2030 ini sesuatu yang luar biasa, baru kali ini Perguruan tinggi yang langsung ke empirisnya,’ ungkapnya.

“Dan selanjutnya kebetulan ada tantangan untuk desa di Bandung barat belum 165 desa, kita hasil penilaian kementrian desa baru 100 desa yang mandiri tinggal 65 desa lagi yang masih berstatus maju dan berkembang dan saya yakin dengan adanya kegiatan SPMI desa ciroyom ini akan menjadi pengungkit 65 desa harus menjadi mandiri dan tentunya harapan kami adalah kegiatan SPMI ini bukan hanya di desa ciroyom saja tapi melebar, tadi Pak camat bilang bahwa di Cipeundeuy itu ada 12 desa tapi di Bandung barat ada 165 desa, saya yakin rekan rekan bisa menyampaikan pesan kami untuk menjadi salah satu hal yang positif untuk pembangunan di Kabupaten Bandung barat ini,” tandasnya mengakhiri.

Terpisah Kepala Desa Ciroyom ( Sirojudin ) kepada awak media mengungkapkan rasa syukur atas telah terlaksananya giat Milang kala desa dengan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah kita lagi melaksanakan Malang kala Desa Ciroyom yang ke 170, yang dihadiri oleh tamu dari SPM ITB didalamnya ada mahasiswa asing sekitar 50 orang di tambah Dekan, Dosen dan mahasiswa lokal, untuk apa,,?? Mereka itu istilahnya ke desa ciroyom itu pengabdian, bahwa kami bersyukur bisa berdampingan dengan pihak SPM ITB dalam hal ini mereka mengabdikan waktu itu tidak sebentar yaitu sampai 2030 dan intinya adalah membantu kami bagaimana membangun desa tentunya sesuai dengan harapan masyarakat, bagaimana ciroyom itu bisa berkembang di bidang para wisata, UMKM juga sektor pertanian,” tuturnya.

“Untuk rangkaian kegiatan Milang kala Desa ini tadi di pertama kita bersama masyarakat melakukan jalan sehat serta mengadakan Door prize dan yang biasa Door prize itu kebanyakan biasanya hadiahnya berupa barang-barang elektronik, kami disini berupa Domba, Cangkul, parang dan alat-alat pertanian yang lain, dengan demikian tentunya Desa Ciroyom ini adalah mayoritas petani,” ujarnya.

“Tentunya dengan adanya Milang kala atau grak jalan tadi di dalamnya adalah untuk membangkitkan lagi di Bidang bidang tersebut ketika si peserta itu dapat cangkul artinya apa kita punya alam, kita punya tanah tentunya harus di gali, dengan cara itu kita berharap ke depannya sesuai dengan program pemerintah bahwa swasembada pangan yang ada di Ciroyom bisa diharapkan, tidak lagi mengandalkan, bahwa kebanyakan masyarakat sekarang itu masih ketergantungan dengan bantuan, dengan itu masyarakat ciroyom bisa berdiri sendiri,” paparnya.

“Kita berharap ke depannya tentunya apa yang diharapkan untuk saya pribadi dan jajaran pemerintahan desa bahwa masyarakat desa ciroyom itu bisa berdiri di kaki sendiri, bisa mengolah alamnya karena apa bagi saya adalah sejengkal tanah itu kalau kita olah dengan baik saya yakin bisa menghasilkan dan mensejahterakan,” pungkasnya.

Reporter: Asep yana – DS..

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *