Bandung barat, Informannews.com
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serumpun, Desa Cicangkang hilir, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung barat, siap menyukseskan program pemerintah, khususnya di bidang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satunya, dengan menjadi partner penyedia kebutuhan warga Masyarakat seperti makanan pokok beras.

Hal itu pun diklaim menambah pendapatan desa serta mengurangi angka kemiskinan. Keberhasilan BUMDes Serumpun dalam mengelola potensi sumber daya alam tidak lepas dari sinergitas dengan pemerintah Desa melalui Ketua BUMDes (Aang gunaedi).

Saat di temui awak media di Kantor BUMDes Kamis 28/08/2025, Ketua BUMDes (Aang gunaedi) mengatakan ia mengelola BUMDes serumpun dari tahun 2018.

“Berdirinya BUMDes Cicangkang hilir dari tahun 2017 cuma kepengurusan bukan sama kita, saya mulai dari tahun 2018 dengan modal waktu itu dari Dana Desa kita bisa bisa menciptakan salah satunya digital printing dengan hasil itu kita maju lagi di tahun 2020 kita maju ke cetak sablon Alhamdulillah mulai berhasil,” ungkapnya.

Masih kata Aang “Untuk di tahun 2025 ini BUMDes serumpun, Alhamdulillah menerima Anggaran dari Desa 20% itu sebesar Rp255,192, 800, Alhamdulillah di tahun 2025 ini sudah terealisasikan dan sudah terlaksana namun masih dalam proses pembangunan sudah mencapai 99% sisanya tinggal finishing, dan rencananya dari BUMDes untuk ketahanan pangan mau di kelola ke bagian hilisasi pengolahan padi salah satunya itu lumbung padi,” ungkapnya.

“Dengan manfaat ke depannya dari lumbung padi ini InsyaAllah BUMDes akan mengelola padi yang akhirnya nanti akan dijadikan beras kemasan 2,5kg, 3kg, sampai 10kg dan jika yang 25kg itu untuk grosir-grosir dan untuk kemasan kecil itu untuk ke warung-warung supaya ke jangkau untuk masyarakat kecil bisa beli kualitas lokal dari BUMDes dengan harga terjangkau,” katanya.

“Alhamdulillah dengan adanya prodak BUMDes bisa bermanfaat bagi Masyarakat dan dari BUMDes ini nantinya akan di sebar hasil produksinya ke tiap warung se desa Cicangkang hilir dan juga bisa ke Desa-desa luar contohnya ke toko grosir, dan juga kita sudah mendapatkan tawaran untuk program MBG (makan bergizi gratis) cuma dari kitanya belum pinis karena harus ada beberapa yang harus kita persiapan salah satunya ijin edar, dan logo halalnya kita lagi dalam proses,” tuturnya.

Menurut ia untuk anggaran ketahanan pangan tahun depan ia sudah punya rencana dan planning ke Hidroponik pertanian.

“Planning untuk tahun depan sesudah lumbung padi kita akan menggarap ke hidroponik pertanian kita ke semua petani akan dididik dari mulai pupuk organiknya, bibit tanamannya, lalu kita ambil panennya dan kita jual itu rencana untuk ketahanan pangan tahun depan,” terangnya.

Lanjut Aang berharap ke depannya, “Kita berharap untuk ke depannya dukungan dari Pemerintahan pusat atau Pemerintahan Desa minimalnya dukungan dari pemerintahan, karena BUMDes itu pingin bergerak itu di bidang potensi sumber alam di Daerah itu bukan hal yang mudah kita perlu mendidik masyarakatnya, kita barengi dengan ilmunya dan di fasilitasi dengan anggarannya, dan harapan dari kami ketua BUMDes dengan adanya bantuan dari masyarakat juga bantuan pemerintah Daerah atau pusat Desa itu bisa berdiri sendiri atau bisa mandiri dengan menghasilkan dari BUMDes agar mendapatkan PADes dan kembali lagi ke masyarakat,” pungkasnya.

Terpisah Sekertaris Desa Cicangkang hilir (Agus supriatna) mewakili Kepala Desa mengatakan ia bersama kepala Desa akan terus memantau dan mengawasi agar BUMDes bisa sukses dan berjalan lancar.

“Alhamdulillah sejauh ini saya lihat dan saya awasi dengan Bapak Kepala Desa berjalan lancar dan sepenuhnya di serahkan ke BUMDes untuk kegiatan apa saja yang di pilih, yang lain banyak ke ikan, peternakan bebek, cuma BUMDes kita serumpun mengambil tema hilirisasi padi, Alhamdulillah kalau di lihat dari resikonya mungkin berdasarkan perhitungan dari pihak pengurus BUMDes mungkin itu yang paling ringan,” ujarnya.

Masih kata ia, “Itu juga sebelum pencairan Dana Desa untuk penanaman modal Ketahanan pangan di cek dulu, ada kelayakan usahanya di lihat dari hasil analisis mungkin itu yang lebih cocok untuk BUMDes serumpun, nah sekarang Alhamdulillah perkembangan saat ini sudah berjalan hampir 99% kegiatan di lihat dari belanja aset, belanja modal juga bangunan untuk lumbung padi sudah selesai tinggal Desa menunggu hasil laporannya, mungkin nanti akan diadakan monev dari Desa ke BUMDes InsyaAllah di akhir Agustus ini untuk melihat sejauh mana perkembangan BUMDes dalam melaksanakan realisasi ketahanan pangan yang bersumber dari DD tahun 2025,” ucapnya.

Sebagai wakil Pemerintahan Desa Agus berharap BUMDes bisa memfasilitasi seluruh petani di Desa Cicangkang hilir.

“Saya mewakili Pemerintah Desa harapannya dengan adanya BUMDes dengan membentuk lumbung padi ini, bisa memfasilitasi seluruh petani di Desa Cicangkang hilir agar supaya pemasaran gabah dari para petani itu tidak jauh sehingga tidak memakan waktu dan memakan biaya tinggal petani nanti kontek BUMDes menjual gabah dengan harga bersaing dengan anjuran Pak Presiden bahwa BUMDes atau bulog harus bisa membeli gabah dari petani lokal harus dengan harga yang memuaskan untuk memberikan keuntungan dari para petani,” paparnya.

“Harapan yang lainnya mungkin dengan adanya lumbung padi disini bisa meningkatkan mutu kualitas beras dari para petani lokal disini,” imbuhnya.

Lanjut Agus menambahkan,
“Amanat dari Kepala Desa mungkin program ketahanan pangan jadi penanaman modal untuk BUMDes pesan amanat untuk setiap langkah atau usaha lainnya, agar supaya dilakukan secara transparansi bisa di pertanggung jawabkan yang terpenting ada kontribusi buat PAD Pemerintah Desa Cicangkang hilir sehingga menjadi usaha bagi kelompok petani di Desa sehingga nanti para masyarakat itu antusias untuk bertani kembali,” pungkasnya.

Penulis: Asep yana.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *