Bandung Barat- Informannews || Peresmian Jembatan gantung yang langsung diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto, yang ke-218 di Sungai Cicadas, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung (KBB) kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Haji Asep Ismail, Kapolres Cimahi, Pangdam lll Siliwangi, Kapolsek Cililin, juga Danramil Cililin Serta Frokopincam. Rabu, (27/8/2025).

Peresmian ini menjadi harapan besar bagi ribuan warga, terutama para petani dan anak-anak sekolah yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan akibat terpisahkan oleh Sungai Saguling.

Sebelumnya, puluhan anak sekolah di perbatasan Desa Karanganyar harus mempertaruhkan nyawa setiap hari untuk pergi ke sekolah menuntut ilmu. Mereka terpaksa menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit atau getek sederhana, rakit bambu rapuh yang jauh dari standar keamanan.

Kondisi ini sangat memperihatinkan dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi pasti dari pemerintah setempat.

“Semoga berkah untuk masyarakat Sempora dan Kampung Cijigud. Dengan jembatan yang sudah membentang 120 meter ini, termasuk kemerdekaan buat dua kampung ini,” ujar AM Putranto saat peresmian.

Jembatan gantung sepanjang 120 meter ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Warga Masarakat Desa Karang Anyar.

AM Putranto menjelaskan bahwa keberadaan jembatan ini akan memberikan peluang besar bagi para petani untuk perkembangan ekonomi di kedua kampung.

“Dengan keberadaan jembatan ini akan memberikan peluang perkembangan khususnya ekonomi-ekonomi yang ada di daerah. Artinya, di kedua kampung ini silaturahmi terjaga, tidak harus muter jauh. Sebelumnya mungkin sampai dua jam, sekarang cukup 5 menit nyampe. Jadi manfaatkan dengan maksimal,”ungkapnya.

Pembangunan jembatan ini merupakan respon cepat dari Vertical Rescue Indonesia dan Jembatan Kasih Indonesia.

Jembatan sepanjang 120 meter ini diharapkan dapat memberikan pasilitas akses yang aman dan nyaman bagi warga dan anak-anak sekolah serta masyarakat umum.
AM Putranto juga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pembangunan.

Ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir mengenai perizinan selama hal tersebut bermanfaat bagi kepentingan umum.

“Gak usah mikirin surat izin, selagi itu untuk kepentingan masyarakat, lakukan yang terbaik. Artinya, sambil berjalan perizinan itu. Tapi tetap prosedur harus ditempuh,”paparnya .

Terkait akses jalan menuju jembatan, AM Putranto menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Kalau masalah jalan ini urusan Bupati. Pak Bupati pasti ada untuk prioritas kan jalan ,” pungkasnya.

Dengan diresmikannya jembatan gantung ini, diharapkan kwalitas perekonomian masyarakat di kedua kampung dapat meningkat, serta tali silaturahmi antar warga semakin erat. Anak-anak sekolah pun kini dapat menuntut ilmu pendidikan dengan lebih aman dan nyaman.

Isak

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *