Bandung Barat informannews
🛡️ Bentuk Perisai (Tameng)
Melambangkan kekuatan, perlindungan, dan semangat perjuangan masyarakat Kabupaten Batulayang dalam menjaga identitas, budaya, dan kedaulatan wilayahnya.
☕ Daun Teh dan Buah Kopi
Melambangkan potensi utama pertanian dan perkebunan di wilayah Batulayang, khususnya perkebunan teh dan kopi Gunung Halu yang menjadi kebanggaan daerah.
Simbol ini menggambarkan harapan masyarakat untuk terus tumbuh dan sejahtera melalui potensi alam yang dikelola secara lestari.
🌊 Sungai Cimeta dan Waduk Saguling
Digambarkan sebagai aliran sungai membelah perisai, melambangkan:
Keberkahan sumber daya air
Energi dan kehidupan masyarakat
Peran strategis Waduk Saguling dan Sungai Cimeta dalam pertanian, pariwisata, dan kelistrikan.
🐄 Ternak Sapi
Simbol dari potensi peternakan rakyat di wilayah perdesaan, yang menjadi sumber penghidupan dan ketahanan pangan.
🌉 Jembatan BBS (Batujajar – Batujajar Selatan)
Melambangkan konektivitas, pembangunan infrastruktur, dan keterhubungan antarwilayah, khususnya antara pedesaan dan pusat pertumbuhan ekonomi.
🐅 Maung Siliwangi Putih
Melambangkan keteguhan, keberanian, dan kharisma Sunda, serta sebagai penjaga identitas dan budaya lokal Batulayang. Warna putih melambangkan kesucian niat dalam membangun daerah.
⚔️ Kujang Kasundaan
Sebagai lambang kearifan dan kekuatan lokal Sunda, kujang juga berarti:
Kejantanan, keadilan, dan ketegasan
Warisan budaya yang melekat dalam nilai-nilai masyarakat
🧁 Wajit Cililin
Merupakan produk kuliner khas Cililin yang sudah dikenal luas. Simbol ini menggambarkan:
Kekuatan UMKM lokal
Kreativitas warga dalam mempertahankan warisan kuliner khas
🏛️ Alun-alun Cililin
Simbol pusat pemerintahan, kebudayaan, dan ruang publik masyarakat. Menandakan bahwa pembangunan daerah berpusat pada pelayanan masyarakat dan kehidupan sosial yang harmonis.
🌿 Warna Hijau dan Biru
Hijau: Kesuburan, kemakmuran, pertanian, dan kelestarian alam
Biru: Kesejukan, ketenangan, dan keberkahan air
Logo ini dirancang untuk merepresentasikan semangat “Ngamumule Budaya, Ngamajukeun Lembur” – menjaga budaya sambil membangun daerah menuju kemajuan yang berkelanjutan.
(den)




