Berita Utama Daerah Pemerintahan Peristiwa

Proyek Ditiap Kabupaten Di Jawa Barat Terancam Mangkrak, Akibat Penutupan Tambang Pasir Dan Batu Disejumlah Daerah

Bandung, Informannews.com
Ditutupnya sejumlah galian C (tambang pasir) serta tambang batu di sejumlah Daerah yang berada di Jawa barat membuat ratusan ribu pekerja tambang kehilangan mata pencaharian alias nganggur..

Hal itu dikarenakan bekerja di tambang pasir selama ini merupakan satu-satunya sumber kehidupan para pekerja tambang untuk mempertahankan hidup.

Penutupan Galian C juga tambang batu bukan hanya berdampak kepada pekerja tambang saja tetapi berdampak kepada pelaksanaan pembangunan proyek di tiap Daerah seperti pengecoran jalan, TPT, drainase dan lain-lain.

Di ungkapkan salah satu pengusaha jasa kontruksi di wilayah Kabupaten Bandung barat yang enggan disebutkan namanya kepada Informannews mengatakan.

“Dengan adanya penutupan tambang pasir juga tambang batu di sejumlah Daerah menimbulkan kerugian besar karena sulitnya mendapatkan material seperti batu dan pasir. Akibatnya, banyak pengerjaan proyek tertunda menunggu pasokan material,” tuturnya.

“Kalaupun tersedia material, biasanya dari Garut dengan harga yang sangat mahal, bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Sementara para pekerja proyek harus tetap menunggu, namun upah mereka tetap harus dibayarkan meskipun progres pekerjaan tidak berjalan,” Jumat, 10/7/2025.

Tak hanya berdampak pada material yang susah di dapat, penutupan tambang juga menyebabkan gangguan di lingkungan sekitar proyek. Protes masyarakat timbul akibat akses jalan yang ditutup dalam waktu lama, menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan.

Karena situasi ini, sebagian pengusaha memilih menghentikan proyek mereka daripada menanggung kerugian lebih besar akibat penundaan yang berkepanjangan.

Para pengusaha konstruksi berharap pemerintah segera mencari solusi dengan membuka kembali aktivitas Galian C agar operasional tambang batu dan pasir dapat berlangsung normal. Dengan demikian, pengerjaan proyek infrastruktur yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

“Tolong ada solusi agar Galian C bisa beroperasi kembali sehingga proyek kami dapat berjalan lancar dan pekerja dapat kembali mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi juga Daerah diharapkan memberi perhatian serius terhadap masalah ini demi menjaga kelangsungan pembangunan sekaligus kesejahteraan masyarakat pekerja dan kelancaran pembangunan Daerah.

Jurnalis: AC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *