Berita Utama Polri

Diserang Konten Medsos, Jejak Aksi Kemanusiaan Kapolres Sukabumi Jadi Sorotan

SUKABUMI – INFORMANNEWS || Beredarnya sejumlah konten di media sosial TikTok yang memuat tudingan negatif terhadap Kapolres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi, memunculkan polemik di tengah berbagai kegiatan sosial yang dilakukan jajaran kepolisian setempat.

Konten tersebut antara lain mempersoalkan sumber pendanaan kegiatan bakti sosial yang selama ini disalurkan kepada masyarakat. Menanggapi tudingan itu, Benny menegaskan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan secara terbuka apabila ditemukan dugaan penyalahgunaan kewenangan maupun anggaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Benny kepada awak media, Senin (2/11/2026). Ia menegaskan bahwa integritas dan pertanggungjawaban merupakan hal penting dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian.

“Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban saya, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Secara transparan dan teliti, dan siap diaudit. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal,” tegasnya.

Benny juga membantah tudingan yang menyebutkan bahwa kegiatan bantuan sosial menggunakan anggaran dinas yang diselewengkan atau berasal dari pemotongan anggaran tertentu.

Menurutnya, berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan selama ini bersumber dari dana pribadi dan tabungan keluarga yang secara khusus disisihkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Salah satu program yang memang dari awal saya lakukan adalah bagaimana hari ini polisi hadir untuk masyarakat, salah satunya dalam hal kegiatan sosial. Bantuan sosial yang kami lakukan murni dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga kami yang disisihkan sebagai sedekah untuk masyarakat,” ungkap Benny.

Ia pun menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan dugaan korupsi maupun pemotongan anggaran dinas tidak benar.

“Kalaupun ada pemberitaan yang menyatakan anggaran tersebut hasil korupsi atau pemotongan anggaran dinas, saya pastikan itu tidak benar,” tambahnya.

Rekam Jejak Kegiatan Kemanusiaan

Di tengah polemik yang berkembang, berbagai kegiatan sosial yang pernah dilakukan Benny turut menjadi perhatian. Salah satunya ketika kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang ibu bernama Eni (33) dan menyebabkan putranya, Arya (3,5), mengalami luka-luka.

Dalam kejadian itu, Benny disebut memberikan bantuan untuk membiayai penanganan medis Arya hingga pulih. Ia juga membantu pembangunan kembali rumah permanen bagi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Kala itu, sosoknya sempat dikenal masyarakat sebagai polisi misterius karena bantuan diberikan tanpa banyak publikasi.

Kegiatan kemanusiaan lainnya mencakup program bedah rumah bagi warga kurang mampu, termasuk Mak Mae dan Mak Kaesih, perbaikan fasilitas ruang belajar di wilayah pelosok Kecamatan Ciemas, serta pembagian paket kebutuhan pokok kepada nelayan dan buruh pesisir di Palabuhanratu.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan sosial yang mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat di tengah pelaksanaan tugas kepolisian.

Luruskan Informasi Mengenai Ketua Bhayangkari

Selain persoalan pendanaan bakti sosial, Benny turut memberikan klarifikasi mengenai beredarnya potongan video Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi yang dinarasikan seolah-olah menggunakan ajudan khusus untuk membawakan tas.

Menurut Benny, narasi tersebut tidak sesuai dengan konteks kejadian sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa rekaman itu berkaitan dengan kunjungan sosial untuk menjenguk anggota Polwan yang sedang sakit.

“Faktanya murni kegiatan sosial kekeluargaan. Saat itu ada anggota Polwan yang sakit, lalu Ibu Ketua Bhayangkari mengajak rekan-rekan Polwan menjenguk. Narasi ajudan pembawa tas itu keliru,” jelasnya.

Ia menambahkan, perempuan yang terlihat dalam rekaman tersebut merupakan anggota Polwan dari Satnarkoba yang turut serta bersama personel lainnya untuk menjenguk rekan kerja mereka.

Benny menyebut materi yang dinilai memuat disinformasi tersebut telah dilaporkan kepada jajaran komando atas untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dugaan Pola Intimidasi di Media Sosial

Polemik yang menimpa Kapolres Sukabumi ini juga muncul ketika sejumlah pihak di wilayah Sukabumi Selatan mengeluhkan aktivitas akun anonim yang diduga digunakan untuk menyebarkan tudingan dan melakukan intimidasi.

Sebelumnya, Paguyuban Kepala Desa Pajampangan bersama komunitas penambang rakyat mendatangi Mapolres Sukabumi untuk melaporkan dugaan teror dan pemerasan melalui media sosial.

Dalam laporan tersebut, akun anonim diduga menyebarkan konten bernada tuduhan terhadap pihak tertentu, kemudian meminta sejumlah uang dengan imbalan penghapusan konten.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai ataupun menyebarluaskan tudingan yang belum terverifikasi. Informasi yang beredar perlu diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.(JiEnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *