Berita Utama Daerah Sosial

Berdayakan Generasi Muda Papua, Foina Euis Tjantiari Callaghan Mentor Duta Baca Pelajar Kabupaten Mappi

MAPPI, PAPUA SELATAN – Foina Euis Tjantiari Callaghan, M.Si., yang dikenal sebagai Juag Fiona Sukapura, memberdayakan generasi muda Orang Asli Papua (OAP) melalui program Duta Baca Pelajar Kabupaten Mappi.

Fiona hadir sebagai narasumber sekaligus mentor dalam pemilihan Duta Baca Pelajar yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mappi. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari 8 SMA/SMK di Kabupaten Mappi yang khusus ditujukan bagi siswa-siswi OAP, dengan tujuan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Yonif TF 819/PIBP Kabupaten Mappi, Dinas Pendidikan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mappi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mappi, Fransiskus Josep Jamlean, S.Sos., M.Si., turut menjadi bagian dari unsur penyelenggara.

Sosok Penggerak Literasi dan Budaya

Foina Euis Tjantiari Callaghan atau akrab disapa Fiona Callaghan merupakan pendidik, public speaker, praktisi komunikasi, mentor generasi muda, serta penggiat budaya dan pemberdayaan masyarakat. Berlatarkan seorang artis dan presenter, Fiona juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) dan pendiri Yayasan Ranagara Kertapura Nusantara (RANAGARA) yang bergerak di bidang penguatan pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian warisan Nusantara.

Melalui pendekatan life leadership, Fiona mengembangkan pembelajaran yang berfokus pada kesadaran diri, kepemimpinan, komunikasi, pembentukan citra diri yang autentik, serta kemampuan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Literasi sebagai Jalan Pemberdayaan

Dalam konteks Kabupaten Mappi, penguatan literasi memiliki arti penting bagi pengembangan sumber daya manusia dan keberlanjutan antar generasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengkomunikasikan gagasan, serta berkontribusi kepada masyarakat.

Melalui program Duta Baca Pelajar, peserta diharapkan dapat menjadi penggerak budaya membaca di sekolah, mengajak teman sebaya untuk mencintai buku, serta memanfaatkan kemampuan komunikasi dan teknologi untuk menyebarluaskan pengetahuan.

Generasi muda Mappi juga memiliki potensi untuk mendokumentasikan cerita para tetua, mengenali sejarah komunitas, serta memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya lokal kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, literasi menjadi jembatan antara pengetahuan dari buku dan kearifan yang diwariskan melalui kehidupan masyarakat.

Fiona menekankan pentingnya generasi muda mengenali akar dan warisan yang membentuk identitas mereka sebagai landasan untuk tumbuh dan berkontribusi bagi masa depan.

“Generasi muda perlu mengenal akar dan warisan yang membentuk jati dirinya. Dari sanalah tumbuh kesadaran untuk bangkit, berdaya, dan mengambil peran dalam membangun masa depan. Karena ketika kita mengenali siapa diri kita dan dari mana kita berasal, kita memiliki landasan yang kuat untuk melangkah, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama,” tegas Fiona.

Melalui kegiatan ini, 50 peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan untuk menjalankan peran sebagai Duta Baca, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang percaya diri, berdaya, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi nyata.

“Pada akhirnya, Duta Baca bukan hanya tentang mengajak orang membaca, tetapi juga tentang menumbuhkan generasi yang mampu belajar, berpikir, bercerita, memimpin, dan meneruskan pengetahuan kepada sesama,” pungkasnya. (Ahmad Sastra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *