Sukabumi – InformanNews | Pemerintah Desa (Pemdes) Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga, terutama di wilayah yang masih mengalami krisis pasokan air bersih. Selasa ( 13/10/2026 ).
Distribusi air bersih tersebut menyasar sejumlah titik rawan kekeringan, termasuk Kampung Sindanghayu yang hingga kini masih membutuhkan pasokan air untuk menunjang aktivitas rumah tangga.
Penyaluran bantuan dilakukan secara berkala sejak 23 September 2026. Untuk menjangkau lokasi terdampak, Pemdes Wanasari mengerahkan kendaraan pengangkut air berupa truk dan mobil Koperasi Desa (Kopdes).
Kepala Desa Wanasari, Irwan Sudarmi, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan upaya pemerintah desa dalam merespons kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau berkepanjangan.
“Pemerintah desa kembali menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang mengalami krisis air. Kami berupaya agar warga yang terdampak tetap mendapatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di wilayah yang kondisi kekeringannya cukup parah,” ujar Irwan, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, Kampung Sindanghayu menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian karena ketersediaan air semakin terbatas. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk terus mengupayakan distribusi bantuan agar kebutuhan masyarakat dapat terbantu.
Sebelumnya, Pemdes Wanasari juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah pihak terkait guna mengupayakan bantuan bagi warga yang terdampak kekeringan.
Namun, keterbatasan kuota bantuan membuat pemerintah desa mengambil langkah tambahan dengan memanfaatkan kendaraan yang tersedia untuk mendistribusikan air secara mandiri. Penyaluran dilakukan secara bergiliran dengan prioritas pada titik-titik yang paling membutuhkan.
“Kami menyadari bantuan distribusi air ini belum menyelesaikan persoalan kekeringan secara menyeluruh. Meski begitu, kami akan terus berupaya membantu masyarakat sesuai kemampuan yang ada, sehingga kebutuhan air bersih warga bisa sedikit terbantu,” tambahnya.
Irwan berharap, ke depan ada dukungan pembangunan sarana dan prasarana penyediaan air bersih di wilayah yang selama ini rentan mengalami kekeringan. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki akses air yang lebih memadai tanpa harus terus bergantung pada bantuan distribusi ketika musim kemarau tiba.
“Kami berharap ada solusi jangka panjang, khususnya pembangunan sarana air bersih di wilayah rawan kekeringan seperti Kampung Sindanghayu. Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh air secara lebih mudah dan persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau,” pungkasnya.
Pemdes Wanasari menegaskan upaya penyaluran air bersih akan terus menjadi perhatian selama masyarakat masih membutuhkan bantuan. Selain penanganan darurat, ketersediaan infrastruktur air bersih diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi musim kemarau.(JiEnd)




