Berita Utama Daerah Peristiwa

Motor Warga Ditabrak Mobil Damkar KBB, 25 Hari Tanpa Kejelasan: Di Tiktok Korban Minta Bupati Jeje Sampaikan ke Anak Buahnya Tanggungjawab

BANDUNG BARAT, informanNews.com //

Dugaan arogansi kendaraan Dinas kembali dikeluhkan warga. Tiga (3) buah motor warga diinformasikan ditabrak mobil Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat (Disdamkartan KBB) saat terparkir.

Ironisnya, tiga dari salah satu pemilik motor hampir satu bulan kejadian mengaku, belum ada perbaikan, belum ada solusi, bahkan oknum penabrak sulit dihubungi. Keluhan itu viral di TikTok akun @Siskakebaya25, pada Selasa (29/9/2026).

Dalam video yang menampilkan kondisi motor berplat seri D 2820 UES ruksak di bagian belakang, korban menulis secara terbuka menagih tanggungjawab Bupati Bandung Barat.

“Motor ketabrak mobil damkar KBB, Bapak Bupati yang terhormat @ritchieismail tolong sampaikan ke anak buahnya untuk segera tanggungjawab, dan segera di perbaiki motornya karena saya butuh banget motornya,” tulis akun @Siskakebaya25.

Berdasarkan keterangan korban dalam caption TikToknya, kejadian terjadi pada 2 September 2026. Saat itu, ia dan suaminya sedang membeli Baso Sidodadi di Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

Posisi motor yang sedang parkir di parkiran tempat baso. Tiba-tiba mobil Damkar KBB menabrak motor tersebut hingga rusak. Mirisnya, 25 hari pasca kejadian, tepatnya di hari video tersebut di unggah, motor korban diduga belum diperbaiki.

“Sampai sekarang tanggal 29 september belum ada perbaikan juga atau solusi. Saya butuh banget motor saya kembali bener lagi, sampai sekarang jawabannya masih nanti-nanti aja terus sabar-sabar aja terus, mau sampai kapan? Tidak ada jaminan,” tulis korban dalam postingannya.

Lebih tajam, korban mengungkap oknum personil Damkar yang menabrak diduga malah tak merespon dan sulit dihubungi.

“Yang nabrak dikabarin susah banget, di WA enggak dibales, di telpon enggak diangkat, aku harus minta bantuan ke siapa lagi,” keluhnya dengan men-tagar #kabupatenbandungbarat #bupatibandungbarat #pemadamkebakaran #tiktokdourmagic #viraltiktok.

Fakta ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Bandung Barat. Di satu sisi, Damkar adalah garda penyelamat warga, namun di sisi lain, dugaan kelalaian operasionalnya malah merugikan warga kecil dan diduga abai terhadap tanggungjawab.

Kemunculan Akun “Sultan” Sampaikan Klarifikasi

Kemudian, di tengah 105 kolom komentar muncul akun, “sultan” yang diduga pihak Disdamkartan KBB. Ia berdalih sambil memamerkan foto behel dan mika merah.

“maaf maaf bgtt, setau sy bkan ny tdk bertanggung jawab, cuma proses aj” tulis akun sultan.

Yang sangat di sesalkan, setelah video motor berplat seri nopol D 2820 UES yang menjadi korban tabrak viral di aplikasi TikTok, menurut akun @Siskakebaya25, baru ada progres 26 September 2026.

“Alhamdulillah kejadian dari tanggal 02 September, baru ada progres kemaren di tanggal 26 september after 25 hari, baru dateng behel sama mika lampu belakang itupun di ganti lokal kak, karena memang sebelumnya kita sudah ada pembicaraan minta ganti ori dan mengiyakan tapi memang bisanya untuk sementara baru yang lokal dulu. Ini aa damkarnya juga bukan?,” tanya akun @Siskakebaya25.

Kemudian di respon oleh akun Sultan.
“insyallah kak, tdinya baik insyallah baik lg aamiin,” jawabnya tanpa memberi kepastian kapan perbaikan motor tuntas.

Yang memicu pertanyaan publik adalah, motor dirusak mobil milik negara, kok rakyat hanya dipaksa menerima barang lokal sementara? Jika awalnya sudah sepakat ganti ori, kenapa ingkar?

Selain itu, muncul pula di kolom komentar akun bernama @Aksara Tulis yang menyarankan pemilik postingan, @Siskakebaya25 agar mendatangi langsung Kantor Disdamkartan KBB, tepatnya di Jalan Raya Padalarang-Cisarua Km 2, Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Pemilik akun sultan pun menanggapi komentar itu.
“cuma lg proses kak bkan tdk bertanggung jwab,” jelasnya membalas komentar tersebut.

Mengapa warga harus mengejar pelaku, bukan pelaku yang mengejar korban untuk bertanggung jawab?

Kasus ini bukan sekadar soal motor rusak. Ini soal etika seorang aparatur pemerintahan, tanggung jawab institusi, dan keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil. Bahkan, sampai memunculkan pertanyaan:
1.  Mengapa mobil dinas Damkar yang seharusnya siaga menyelamatkan, justru bisa mencelakakan harta benda warga yang sedang parkir?
2.  Mengapa selama hampir sebulan tidak ada itikad baik perbaikan?
3.  Mengapa oknum penabrak tidak responsif terhadap WA dan telepon korban?

Korban yang mengaku sangat membutuhkan motor untuk aktivitas harian kini terpaksa menanggung kerugian akibat kelalaian aparat. Ia sampai harus meminta keadilan lewat TikTok dan men-tag langsung Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, karena jalur formal tidak membuahkan hasil.

Pada kesempatan kali ini, publik mendesak Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Kepala Dinas Damkartan KBB Siti Aminah Anshoriah dan Inspektorat Daerah KBB untuk segera:

  • Memanggil dan memeriksa sopir mobil Damkar yang terlibat.
  • Segera memperbaiki motor korban hingga kembali seperti sebelumnya.
  • Memberikan jaminan dan kepastian hukum, dan bukan sekadar janji “nanti dan sabar”.
  • Mengevaluasi SOP berkendara kendaraan dinas Damkartan KBB agar tidak kembali merugikan warga dikemudian hari.

Jika Disdamkartan yang tugasnya melakukan penyelamatan dan memadamkan api saja tidak bisa memadamkan kekecewaan warga akibat ulahnya sendiri, lantas kepada siapa lagi warga harus meminta perlindungan? **(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *