BEKASI – Lebih dari satu tahun berlalu sejak tragedi tenggelamnya dua siswa SDIT Ibnul Jazari di kolam renang milik yayasan di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Hingga kini, publik masih menanti kejelasan mengenai perkembangan kasus tersebut.
Kasus yang sebelumnya telah dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Polres Metro Bekasi itu sempat menyebut adanya dugaan kelalaian dalam pengawasan kegiatan ekstrakurikuler renang.
Namun, setelah lebih dari satu tahun berlalu, keberadaan garis polisi di lokasi kini sudah tidak terlihat. Sementara berdasarkan keterangan warga, kolam renang tersebut diduga disebut kembali digunakan untuk kegiatan terapi kesehatan.
Kondisi itu memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Bagaimana sebenarnya status perkara tersebut? Apakah penyidikan masih berjalan, telah dihentikan, atau terdapat perkembangan hukum lain yang belum disampaikan kepada publik?
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang menjawab pertanyaan tersebut.
Ketua RW 024, Anwar, saat dikonfirmasi awak media juga mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai status lokasi maupun pengelola fasilitas tersebut.
“Saya malah nggak tahu, Bang. Nggak pernah ketemu dengan pengelola sekolahannya,” ujarnya.
Sementara itu, awak media telah meminta konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi terkait status perkara dan alasan garis polisi tidak lagi terlihat di lokasi. Namun hingga berita ini disusun, belum ada jawaban resmi.
Publik pun kini menunggu kepastian, bukan sekadar dugaan.
Terlebih, kasus ini menyangkut meninggalnya dua anak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. masyarakat berhak mengetahui sejauh mana proses hukum telah berjalan sesuai ketentuan.
Di tengah komitmen Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto untuk memperkuat respons kepolisian terhadap laporan masyarakat dan menghapus fenomena “no viral, no justice”, kasus lama seperti ini kembali menjadi perhatian.
Setahun berlalu, garis polisi telah hilang. Kolam disebut kembali digunakan. Namun satu pertanyaan masih menggantung: sampai di mana proses hukum kasus dua siswa yang kehilangan nyawa tersebut?
Kini, publik menanti penjelasan resmi dari kepolisian.
(dr)




