BANDUNG BARAT – InformanNews|| Peristiwa tragis terjadi di Kampung Ciburial RT 03 RW 06, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (01/10/2026) pagi. Dua orang terjatuh ke dalam sumur kering sedalam 18 meter, satu diantaranya meninggal dunia.
Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi, yang turun langsung melakukan olah TKP bersama Pawas dan Piket Reskrim membenarkan kejadian tersebut.
Korban pertama diketahui bernama Rian Riandi (21), warga Kp. Cidahu RT 03 RW 05 Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan. Sedangkan korban kedua yang meninggal dunia adalah Reynaldi Rudi Pradana (30), buruh harian lepas, warga Kp. Ciburial RT 03 RW 06 Desa Jatimekar.
“Benar, pada hari Kamis sekitar pukul 09.15 WIB telah terjadi kecelakaan dua orang jatuh ke dalam sumur. Awalnya korban pertama turun ke sumur dengan kedalaman sekitar 18 meter diduga untuk mengambil senter yang jatuh ke dalam sumur,” ujar Kompol Suandi.

Dijelaskan Kapolsek, saat berada di dasar sumur, korban pertama diduga kehabisan oksigen hingga pingsan dan tidak kuat naik kembali ke atas.
Melihat kejadian itu, korban kedua yang berada di atas kemudian turun untuk berusaha menolong. Namun nahas, korban kedua ikut terjebak di dalam sumur yang juga diduga minim oksigen.
“Korban kedua sempat berteriak meminta pertolongan dan didengar oleh istrinya, Dede Siti Sulastri. Istri korban kemudian meminta bantuan warga serta aparat kepolisian dan TNI,” kata Kompol Suandi.
Petugas gabungan dari Polsek Cipeundeuy, Koramil, Unit Damkar Cikalongwetan, aparatur kecamatan dan desa segera melakukan evakuasi.
Sekitar pukul 09.30 WIB, korban pertama berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dibawa ke Puskesmas Cipeundeuy menggunakan kendaraan patroli.
Sementara korban kedua, Reynaldi Rudi Pradana, baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.45 WIB dan dibawa ke UGD Naura Husada. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pihak kepolisian telah mendatangi dan mengamankan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, melakukan penyelidikan, serta membuat surat pernyataan dari pihak keluarga.
“Untuk kasus ini kami sudah melakukan olah TKP dan penyelidikan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak turun ke dalam sumur tanpa peralatan keselamatan yang memadai, karena risiko kekurangan oksigen sangat berbahaya,” pungkas Kompol Suandi. (Red)




