Sukabumi- InformanNews || Deru mesin dan riuhnya persaingan di lintasan Sirkuit Tegal Laja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, telah berakhir. Namun, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar justru terus berlanjut.
Usai sukses menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 Putaran 1, keluarga besar CPRT bersama panitia penyelenggara menggelar kegiatan sosial berupa santunan kepada 60 anak yatim dan jompo di Kampung Cijemlong, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Owner CPRT H. Deni Saputra, S.H., didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Deny Ferdianto, S.Kom., M.M.
Santunan tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Kejurda sekaligus bentuk penghargaan kepada masyarakat yang selama proses persiapan hingga pelaksanaan telah memberikan dukungan dan pengertian kepada panitia.
H. Deni Saputra mengatakan, kesuksesan sebuah kegiatan tidak semata-mata diukur dari meriahnya acara maupun lancarnya perlombaan. Menurutnya, doa dan dukungan masyarakat sekitar memiliki peran penting dalam setiap proses penyelenggaraan.
“Alhamdulillah, atas izin dan pertolongan Allah SWT, Kejurda Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 Putaran 1 dapat berjalan lancar dan sukses. Bagi kami, keberhasilan kegiatan bukan hanya tentang ramainya acara, tetapi juga karena adanya doa dan dukungan masyarakat,” ujar H. Deni.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan Kejurda terdapat hal-hal yang mengganggu kenyamanan warga, mulai dari suara kendaraan, debu hingga kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, santunan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan segala bentuk ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat, melainkan sebagai wujud kepedulian dan rasa terima kasih.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2026 Putaran 1, Deny Ferdianto, mengungkapkan bahwa kegiatan santunan sebenarnya telah direncanakan sebelum acara penutupan Kejurda.
Namun, karena rangkaian kegiatan inti baru selesai menjelang Magrib, pelaksanaan santunan akhirnya ditunda dan dilaksanakan satu pekan kemudian.
“Kami sangat menyadari, tanpa dukungan masyarakat, kegiatan ini tidak mungkin berjalan sebagaimana yang kami harapkan. Warga Tegal Laja bukan hanya menjadi penonton, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan sukses kegiatan ini,” kata Deny.
Ia berharap keberhasilan Kejurda tidak hanya meninggalkan cerita tentang persaingan para pembalap di lintasan, tetapi juga meninggalkan hubungan baik serta mempererat silaturahmi antara panitia, CPRT dan masyarakat sekitar.
“Kami sadar selama kegiatan berlangsung mungkin ada masyarakat yang merasa terganggu karena bisingnya suara motor ataupun debu yang berterbangan di sekitar rumah. Mungkin apa yang kami berikan tidak akan mengurangi beban mereka dalam membersihkan rumah ataupun menghapus rasa terganggu akibat kebisingan,” ungkapnya.
“Namun setidaknya kami memiliki satu niatan positif, yaitu ingin menjalin silaturahmi dengan warga,” sambung Deny.
Deny menegaskan, kesuksesan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari lancarnya seluruh rangkaian acara, tetapi juga dari hubungan baik yang terbangun dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kesuksesan sebuah kegiatan lahir dari kebersamaan. Dan keberkahan akan semakin terasa ketika kesuksesan itu dibagikan kepada sesama,” ujarnya.
Dorongan untuk Terus Berbagi
Sebagai anggota Polri yang juga menjabat Kasi TIK Polres Sukabumi, Deny mengaku antusias untuk terus melakukan kegiatan sosial dan berbagi dengan masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut selaras dengan arahan dan pedoman kerja yang disampaikan Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., M.H., agar jajaran kepolisian senantiasa hadir di tengah masyarakat, berbagi dan tidak menyakiti hati masyarakat.
“Berbagi dengan masyarakat adalah sesuatu yang harus terus kita lakukan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa membawa manfaat dan menjadi bagian dari silaturahmi yang terus terjaga,” katanya.
Deny Tegaskan Acara Musik Bukan Bagian Kejurda
Di sisi lain, Deny juga memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan yang mengaitkan kegiatan hiburan musik setelah pelaksanaan Kejurda dengan rangkaian resmi Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 Putaran 1.
Ia menegaskan bahwa kegiatan hiburan musik tersebut bukan bagian dari agenda maupun rangkaian resmi Kejurda.
“Acara band itu bukan merupakan rangkaian acara Kejurda Grasstrack. Acara itu murni dari pihak pengelola sirkuit bersama pemuda di sekitarnya yang berinisiatif menggelar acara. Jadi acara itu di luar rangkaian Kejurda Grasstrack dan tidak ada sangkut pautnya dengan gelaran Kejurda,” tegas Deny.
CPRT bersama panitia berharap hubungan baik dengan masyarakat sekitar Sirkuit Tegal Laja dapat terus terjalin meskipun gelaran Kejurda telah berakhir.
Sebab, bagi mereka, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya ketika seluruh rangkaian acara selesai dengan lancar, tetapi juga ketika manfaat dan rasa persaudaraan tetap tertinggal setelah lampu lintasan dipadamkan dan deru mesin berhenti.
“Bagi kami, sukses bukan hanya ketika acara selesai dengan baik. Sukses yang sesungguhnya adalah ketika setelah acara selesai, masih ada rasa persaudaraan yang tertinggal di hati masyarakat,” pungkasnya. (JiEnd)




