Berita Utama Daerah

KKN Kelompok 1 Desa Cipada Hadirkan Tiga Program Berkelanjutan untuk Pengelolaan Sampah dan Pertanian

Bandung Barat — Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Dusun 3, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menghadirkan tiga program kerja utama yang berfokus pada penguatan pengelolaan lingkungan dan pertanian masyarakat. Ketiga program tersebut meliputi penyediaan tempat sampah terpilah, pembangunan Rocket Stove, serta pengadaan alat ukur pH dan kualitas tanah.

Program-program tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi, Rembug Warga, dan pemetaan sosial yang dilakukan bersama masyarakat. Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait sampah yang masih menumpuk di lingkungan dan saluran air serta permasalahan kesuburan tanah yang berkaitan dengan pengelolaan lahan pertanian.

Ketiga program tersebut tidak dirancang sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari satu rangkaian upaya pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Rangkaian tersebut dimulai dari tempat sampah terpilah yang ditempatkan di tingkat lingkungan masyarakat. Tempat sampah ini menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, terutama organik dan anorganik, sehingga masyarakat memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur sejak awal. Dalam perencanaannya, program ini mencakup penyediaan 10 pasang tempat sampah untuk 10 RT di Dusun 3.

Tahap berikutnya adalah pembangunan Rocket Stove sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah. Sampah yang telah melalui proses pemilahan dapat dikelola lebih lanjut sesuai karakteristik dan peruntukannya. Kehadiran Rocket Stove diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat masyarakat sekaligus mengurangi permasalahan sampah yang sebelumnya ditemukan menumpuk di lingkungan, selokan, maupun sekitar kawasan pasar. Pengelolaan fasilitas ini melibatkan Karang Taruna agar keberadaannya dapat terus dimanfaatkan dan dikelola setelah masa KKN berakhir.

Sementara itu, pada sektor pertanian, Kelompok 1 KKN menghadirkan alat ukur kualitas tanah yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi tanah sebelum menentukan pengelolaannya. Alat tersebut dirancang untuk mengukur pH serta beberapa parameter kualitas tanah lainnya, sehingga masyarakat, khususnya petani, dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lahan secara lebih terukur. Alat tersebut ditempatkan dan dikelola melalui Kepala Dusun 3 agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat petani secara berkelanjutan.

Jika dilihat sebagai satu kesatuan, ketiga program tersebut membentuk sebuah alur sederhana: memilah dari sumber, mengelola sampah pada tahap selanjutnya, kemudian meningkatkan kepedulian terhadap kondisi tanah sebagai bagian dari keberlanjutan lingkungan dan pertanian.

Konsep tersebut sejalan dengan hasil pemetaan sosial yang menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan pertanian di Dusun 3 memiliki keterkaitan. Di satu sisi, masyarakat menghadapi persoalan sampah yang belum dikelola secara optimal. Di sisi lain, sektor pertanian menghadapi persoalan kesuburan tanah dan keterbatasan sarana untuk mengetahui kondisi tanah. Karena itu, intervensi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan dan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan serta sumber daya pertanian.

Keberlanjutan menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan program. Kelompok KKN tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat sebagai pihak yang akan melanjutkan pengelolaan program. Pengurus RT dan RW memiliki peran dalam menjaga tempat sampah terpilah, Karang Taruna diarahkan untuk mengelola operasional Rocket Stove, sedangkan Kepala Dusun 3 bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan pemanfaatan alat ukur kualitas tanah.

Dengan pembagian peran tersebut, program diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Fasilitas yang telah diberikan dapat terus digunakan, dirawat, dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Melalui tiga program utama tersebut, Kelompok 1 KKN Desa Cipada berupaya menghadirkan solusi yang dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga hingga penguatan pengelolaan sumber daya lingkungan dan pertanian. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya pengelolaan lingkungan yang lebih tertata, pemanfaatan lahan yang lebih terukur, serta meningkatnya kemandirian masyarakat Dusun 3 Desa Cipada dalam menjaga keberlanjutan wilayahnya.

Program tersebut juga mendukung arah pembangunan berkelanjutan desa, khususnya dalam aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kawasan permukiman yang aman dan nyaman, serta perlindungan ekosistem darat dan ketahanan pangan melalui pengelolaan tanah dan pertanian yang lebih baik. (Jiend)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *