SUKABUMI – InformanNews||Sehari setelah api melalap permukiman warga di Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, suasana duka masih terasa. Di tengah kondisi tersebut, tujuh kepala keluarga korban kebakaran mendapat perhatian dari jajaran Polsek Simpenan.
Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina, S.E., bersama anggota mendatangi lokasi untuk menyerahkan bantuan sembako kepada tujuh keluarga yang terdampak musibah.
Kehadiran polisi di tengah warga bukan hanya tentang menyerahkan bantuan. Ada pesan sederhana yang ingin disampaikan: bahwa masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak berjalan sendirian.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.30 WIB tersebut meninggalkan kesedihan bagi para korban. Saat kebutuhan hidup harus tetap berjalan, mereka juga harus menghadapi berbagai keterbatasan akibat musibah yang baru saja terjadi.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran kepolisian kepada warga yang terdampak.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberikan semangat kepada para korban,” ujar AKP Bayu.
Ia juga berharap masyarakat sekitar dapat terus menunjukkan kepedulian dan gotong royong dalam membantu para korban melewati masa sulit.
“Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami berharap kebersamaan serta kepedulian dari semua pihak terus hadir untuk membantu mereka bangkit,” katanya.
Bagi sebagian orang, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang baru saja kehilangan tempat tinggal atau harta benda akibat kebakaran, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri.
Di lokasi itu, kepedulian hadir bukan hanya dalam bentuk barang, tetapi juga melalui kehadiran. Polisi datang menyapa, melihat langsung kondisi warga, sekaligus memastikan mereka merasakan dukungan setelah musibah.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Semangat kebersamaan pun menjadi bagian penting dari proses pemulihan warga Kertajaya.
Sebab setelah api padam, perjuangan sesungguhnya baru dimulai: menata kembali kehidupan. Dan di tengah proses itu, uluran tangan sekecil apa pun dapat menjadi penguat bagi mereka untuk kembali berdiri. (Jiend)




