KBB- InformanNews.com|| Permasalahan sampah, bukan lagi hal yang asing ditelinga kita, ini sudah menjadi permasalahan Nasional yang dikenal dengan “darurat sampah”, bahkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia telah mentargetkan tahun 2026 ini menghentikan metode open dumping sampah di TPA.
Kendati demikian, untuk mencapai target tersebut bukanlah hal yang mudah, berbagai kendala tentunya yang dihadapi oleh pemerintah, yang paling krusial adalah membangun kesadaran masyarakat untuk peduli dengan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan.
Akan tetapi, tidak semua masyarakat belum sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, seperti halnya yang dilakukan oleh warga RW 011 Kampung Barunagri Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dimana masyarakat dilingkungan tersebut sangat antusias dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, bahkan terdapat tempat pengelolaan sampah mandiri yang dikelola oleh warga, walaupun dengan sarana dan prasarana seadanya dan sangat-sangat sederhana, tetapi masyarakat tetap antusias menjaga kebersihan lingkungannya selama 7 Tahun.
Kegiatan kebersihan lingkungan yang digiatkan oleh warga, seperti ibu-ibu yang secara rutin membersihkan sampah dilingkungan di setiap minggu, selain itu juga para remaja yang tergabung dalam pengelola sampah panghegar yang secara konsisten selama 7 tahun dalam mengelola sampah masyarakat.
Abdul, salah satu dari personil remaja yang tergabung dalam pengelola sampah mengatakan, dirinya dan teman-teman sangat antusias dan konsisten dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah dilingkungan, bahkan sudah selama 7 tahun. Dengan dukungan dari masyarakat dan pengurus RT dan RW dengan pola angkut yang kemudian dipilah pada tempat pengelolaan sampah. Kemudian setelah dipilah, dilakukan pembakaran dengan alat/tungku tradisional yang sangat sederhana dan bahkan kondisinya sudah sangat tidak layak. Ungkapnya.
Dirinya beserta masyarakat dan jajaran pengurus lingkungan sangat mengharapkan dukungan pemerintah, terutama terkait sarana dan prasarana agar kegiatan ini dapat maksimal. Disamping itu dibutuhkan juga sarana tempat sampah disetiap rumah warga untuk pemisahan sampah sejak dari rumah seperti organik, non organik dan residu, bertujuan agar memudahkan dalam pengelolaan, dan lebih optimal, dan selain itu perlu adanya kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah.
Kedatangan pihak Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) sangat disambut baik oleh Abdul dan rekan-rekan, serta jajaran pengurus lingkungan, dimana selain mendampingi dirinya dengan tim, juga memberikan materi-materi tentang kelestarian lingkungan yang tentunya sangat menambah ilmu dan wawasan dirinya beserta rekan-rekan. Tutupnya.
Ahmad Sastra




