Duta Lingkungan Jabar Dukung Program Kampung Asri YBAI: Solusi Limbah Ternak dan Pengembangan Agroeduwisata di Lembang

Bandung Barat – Duta Lingkungan Jawa Barat, Syahrul Aripin, menyatakan dukungannya terhadap program pendampingan kelompok tani peternak sapi perah SARI MUKTI di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program terobosan yang diinisiasi oleh Yayasan Bentang Alam Indonesia (YBAI) ini bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya petani dan peternak, sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga dan melestarikan lingkungan.

Pemilihan Kecamatan Lembang sebagai lokasi pilot project didasari oleh dua alasan utama. Pertama, mayoritas penduduk wilayah ini berprofesi sebagai petani dan peternak. Kedua, temuan lapangan tim YBAI menunjukkan bahwa pengelolaan limbah ternak masih belum optimal—kebanyakan peternak membuang kotoran ternak ke saluran air hingga sungai-sungai kecil. Selain itu, kondisi saluran air dan pengelolaan sampah rumah tangga juga belum terkendali secara maksimal.

Merespons kondisi tersebut, YBAI berperan aktif mencari solusi pengelolaan limbah ternak di Kabupaten Bandung Barat, khususnya Kecamatan Lembang. Yayasan ini juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk mendukung Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui program Kampung Asri.

Syahrul Aripin, yang juga merupakan mahasiswa pertanian, menanggapi positif inisiatif Tim Ruah Hijau, Rumah Eco Enzyme, dan YBAI dalam membenahi kondisi lingkungan di lokasi tersebut. Ia pernah ikut serta dalam peninjauan ke kelompok tani peternak sapi perah SARI MUKTI beberapa waktu lalu.

Menurut Syahrul, praktek agroeduwisata merupakan bentuk kemajuan dunia pertanian dan peternakan. Sistem ini tidak hanya berhenti pada proses transaksi, tetapi juga memadukan konsep wisata terintegrasi, menciptakan keharmonisan antara alam dan wisata tanpa merusak salah satunya secara masif.

“Tuhan YME telah menciptakan alam semesta untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh makhluk, terutama manusia. Namun, pemanfaatan tersebut tetap harus menjaga keberlanjutan lingkungan dan harmonisasi alam,” ujar Syahrul.

Ia menambahkan, pola agroeduwisata tidak hanya menguntungkan petani dan peternak, tetapi juga mendongkrak perekonomian lokal dengan membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru, seperti UMKM. Selain itu, aspek lain seperti kebudayaan juga akan terdorong kemajuannya.

Di akhir pernyataannya, Syahrul mewakili Duta Lingkungan Jabar menyatakan dukungannya terhadap seluruh lembaga, organisasi, atau komunitas yang mengedepankan kelestarian lingkungan, seperti YBAI, Ruah Hijau, dan Rumah Eco Enzyme dan Kompos. “Semakin banyak yang berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan, semakin besar kemungkinan terwujudnya lingkungan yang Asri di Kabupaten Bandung Barat khususnya, dan Provinsi Jawa Barat pada umumnya, demi terciptanya misi ‘Jabar Istimewa’,” tutupnya.

(Ahmad Sastra)

Sat Polairud Polres Garut Bergerak Cepat Evakuasi Penemuan Mayat Wanita Terapung di Perairan Santolo

Garut – InformanNews. Com || Warga pesisir selatan Kabupaten Garut digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita paruh baya yang terapung di perairan Cicadas, Kecamatan Cikelet, pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kasat Polairud Polres Garut Iptu Aep Saprudin menyampaikan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Jajang Rudi Hartono saat tengah melaut mencari ikan di sekitar perairan Santolo. Saat itu, ia melihat sosok tubuh mengapung di laut dan setelah didekati, diketahui merupakan jasad seorang wanita.

Terkejut dengan penemuan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian itu kepada Satpolairud Polres Garut melalui sambungan telepon. Sambil menunggu petugas datang, saksi bersama nelayan lainnya melakukan evakuasi awal dengan membawa jenazah ke Dermaga Santolo.

“Mendapat laporan, Anggota Satpolairud langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Cikelet guna dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi.” Kata Kasat Polairud.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Asih (66), warga Kampung Gunungsulah, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Setelah proses pemeriksaan selesai dan identitas dipastikan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian korban.

( Redaksi IN )

Ngaruwat jagad 2026 padepokan parukuyan, sebagai ajang penguat budaya.

Jawa barat informannews

Budaya nusantara dengan perbedaan yang sangat unik dari setiap daerah menjadikan negara indonesia kaya akan keragaman akan adat tradisionalnya, akan tetapi di era modern sekarang ini mulai redup akibat tergerus modernisasi dan perkembangan zaman.

Ditengah redupnya kebudayaan dinegara indonesia, sebuah tempat yang bernama padepokan parukuyan di Jl. Bukit pakar timur, Ciburial – Bandung, terus aktif melaksanakan berbagai kegiatan budaya. Padepokan yang dipimpin oleh abah Yon Suparman ini menjadi magnet bagi para penggiat budaya yang masih cinta dan ingin budaya tetap lestari.

Seperti pada minggu tanggal 12 April 2026, padepokan menggelar kegiatan Ngaruwat Jagat 2026, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi para pecinta dan penggiat budaya dari seluruh wilayah di NKRI.

Kegiatan yang dilaksanakan sekali dalam saetahun ini ternayata telah dilaksanakan selama 26 kali pada tahun 2026 ini. Sama seperti pada pelaksanaan kegiatan ditahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini dihadiri oleh para pecinta dan penggiat budaya yang berasal dari berbagai daerah di NKRI. Ada dari jakarta atau betawi, provinsi banten, provinsi jawa tengah, madura, sumatera, sulawesi, papua, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada kegiatan kali ini turut hadir Irjen Pol (Purn) Dr, Drs, H. Anton Charliyan, M.P.K.N./Abah Anton selaku ketua majelis adat budaya sunda Jawa Barat, Brigjen Pol Dinar Widargo Adinegoro, SIK, M.M. mewakili keraton mangkunagara solo Jawa Tengah, para pupuhu budaya, para pejabat daerah dan aparatur negara setempat, dan bahkan para pecinta budaya mancanegarapun turut hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya abah Anton mengatakan, bahwa negara-negara maju telah menggunakan konsepsi budaya sebagai dasar kemajuan negaranya, banyak contohnya seperti : Inggris, Jèrman, Belgia, Jepang, dan masih banyak lagi negara maju karena mereka melakukan revolusi budaya, maka kita dinegara indonesia perlu adanya revolusi budaya, abah anton mengatakan bahwa untuk melestarikan budaya harus dengan fakta bukan hanya kata, beliau sempat terenyuh salah satunya dengan penampilan tari piring dari padang, karena tari tersebut telah diakui oleh negara lain di UNESCO, begitu juga silat mengalamu hal serupa, makanya dinegara kita disebut pencak silat. Menutup sambutannya beliau menyampaikan majelis adat budaya sunda yang dipimpinnya semoga dapat menjadi penyemangat para penggiat budaya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan. Dan kemudian beliau mengakhiri sambuatannya dengan pantun dan salam.

Ditempat yang sama, seorang pesilat muda berasal dari perguruan perisai diri pelopor kota cimahi, Mutiara Nuraini ketika diwawancarai menyampaikan, bahwa dirinya telah lama mengikuti kegiatan pencak silat, sebagai generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah SMP ini mengaku dirinya sangat bangga bisa ikut melestarikan budaya warisan leluhur, apalagi sering tampil pada event-event pencak silat maupun kebudayaan, dirinya berharap budaya semakin maju, lebih banyak lagi yang ikut khususnya generasi muda, dan diakhir penyampaiannya Mutiara berpesan kepada pemerintah khusus pemerintah jawa barat agar budaya terus dilestarikan dan dukung.Tutupnya.

Ahmad Sastra