Polsek Cikalongwetan Gelar Giat Police Go To School SMP & SMA IT Darul Azkia Dalam Rangka Sosialisasi Penguatan Pendidikan Berkarakter

Bandung barat_informannews.com
Polsek Cikalongwetan yang di pimpin langsung Kapolsek Cikalongwetan (AKP Deden Indrajaya, S.H.,M.M) beserta jajarannya melaksanakan kegiatan Police Go To School SMP & SMA IT Darul Azkia Desa Mandalasari, Kecamatan, Cikalongwetan KBB.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan bertempat di SMP & SMA IT Darul Azkia Desa Mandalasari Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung barat (KBB), rabu 21 Mei 2025.

Kegiatan Giat Police Go To School SMP & SMA IT Darul Azkia dalam rangka sosialisasi :

  1. Penguatan Pendidikan Karakter Siswa/i.
  2. Dampak dan pencegahan Bullying
  3. Tertib Berlalu lintas
  4. Dampak dan pencegahan serta Faktor Kenakalan remaja
  5. Dampak dan pencegahan Bahaya Narkoba.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk salah satunya:

  1. Siswa-siswi SMP & SMA IT Darul Azkia menjadi lebih memahami sosialisasi tentang tata tertib berlalu lintas, dampak & pencegahan kenakalan remaja, Bullying & Narkoba;
  2. Kegiatan sosialisasi tsb diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terhadap siswa/i sehingga menumbuhkan dan membentuk siswa yang berkarakter positif, berahlak mulia, beradab, perilaku positif dan memiliki kemampuan untuk menjadi warga negara yang baik;
  3. Mempererat Sinergitas Polri dengan Dinas Pendidikan/ Pihak Sekolah

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek berseta jajarannya juga para siswa sebagai berikut:

  1. Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M
  2. Kanit Propam Polsek Cikalongwetan Aiptu Rudi Yulianto
  3. Bhabinkamtibmas Desa mekarjaya Aiptu Edi Heryanto
  4. Operator Polsek Cikalongwetan PHL. Cahya
  5. Wakasek Kesiswaan Dewan Guru dan Staf SMP/SMA IT Darul Azkia
  6. Siswa/I SMP & SMA sebanyak lk. 100 Orang.

(Asrp yana)

Kapolda Dan Kajati Jabar Hadiri HUT Ke 79 Kodam III Siliwangi

Kota Bandung – Informannews.com

Dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, Kodam III/Siliwangi menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 pada Rabu (21/5/2025), bertempat di Lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung. Kegiatan dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, serta tamu undangan dari berbagai instansi pemerintahan, Rabu (21/5/2025).

Sebagai bentuk sinergitas dan soliditas TNI-Polri yang selama ini terjalin erat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan turut hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam momen penuh simbolis, Kapolda Jabar menyerahkan potongan tumpeng kepada personel Kodam III/Siliwangi sebagai wujud penghormatan dan apresiasi atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini.

Tidak hanya itu, Kapolda Jabar juga memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Jawa Barat.

Syukuran HUT ke-79 ini menjadi refleksi atas sejarah panjang pengabdian Kodam III/Siliwangi dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten. Acara tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara TNI dan Polri dalam menjaga persatuan serta keamanan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa dengan semangat “Siliwangi Tangguh, Indonesia Maju”, diharapkan Kodam III/Siliwangi terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan stabilitas nasional dan kesejahteraan rakyat.

Bandung, 21 Mei 2025

Sumber : Bid Humas Polda Jabar
Editor    : Redaksi IN

DPMD-Pemkab Bandung: Indeks Desa Pengukuran Kemajuan dan Kemandirian Desa Capai Tujuan Pembangunan

Informannews.com

KAB. BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan sosialisasi Indeks Desa yang diikuti para peserta dari 270 desa dan 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung di Hotel Grand Sunshine Soreang, Rabu (21/5/2025).

Para peserta sosialisasi yaitu para Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan dan para Petugas Pemutakhiran Data Indek Desa se-Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan itu turut dilaksanakan upload hasil input manual ke website Indeks Desa, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pendataan Indeks Desa tahun 2025.

Sosialisasi Indeks Desa itu dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana, dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Bandung H. Tata Irawan Subandi dan mitra kerja Pemerintah Daerah serta pihak lainnya.

Hadir pula para Kepala Perangkat Daerah, para narasumber, yakni Mustakim selaku Perencana Ahli Madya pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, selain itu Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Jawa Barat dan pihak lainnya.

Pada sambutannya, Aspemkesra Ruli Hadiana mengatakan bahwa pembangunan desa adalah fondasi dari keberhasilan pembangunan daerah.

“Maka dari itu, pemetaan kondisi desa secara menyeluruh dan terukur menjadi sangat penting dalam mendesain intervensi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Ruli saat membuka kegiatan sosialisasi Indeks Desa tersebut.

Tahun 2025 menjadi tahun penting, kata Ruli, karena untuk pertama kalinya pendataan Indeks Desa dilaksanakan berdasarkan enam dimensi, yaitu layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintah desa.

“Pendataan ini juga melibatkan kementerian/lembaga terkait, yang menunjukkan betapa strategisnya peran desa dalam pembangunan nasional, termasuk dalam mewujudkan desa yang mandiri,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, imbuh Ruli, diharapkan para peserta akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pelaksanaan pendataan Indeks Desa, yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Nomor 9 tahun 2024.

“Saya juga mengapresiasi pelaksanaan upload hasil inputan manual ke website Indeks Desa dalam kegiatan ini. Ini merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dan input akurat, lengkap, dan konsisten sesuai dengan semangat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Bupati Bandung, kata Ruli, bahwa pembangunan desa merupakan poros utama pembangunan Kabupaten Bandung. Tanpa desa yang kuat, mndiri, dan sejahtera, tidak akan mampu mewujudkan visi Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.

“Saya berharap seluruh aparatur desa dan kecamatan yang hadir hari ini, dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. Tidak hanya dalam pelaksanaan pendataan Indeks Desa, tetapi juga dalam menerjemahkan hasilnya menjadi arah kebijakan dan perencanaan yang partisipatif dan inklusif serta disinergikan dengan program pembangunan daerah,” tuturnya.

Ruli mengajak kepada para peserta sosialisasi untuk mensukseskan pendataan Indeks Desa tahun 2025 sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun desa berbasis data yang kredibel, terintegrasi, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bandung Tata Irawan Subandi mengatakan pembangunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kualitas hidup di seluruh wilayah Indonesia.

“Salah satu instrument yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi perkembangan desa adalah indeks desa,” kata Tata.

Menurutnya, Indeks Desa adalah indeks pengukuran terhadap tingkat kemajuan dan kemandirian desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Indeks ini berfungsi untuk mengukur sejauh mana suatu desa mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Seiring dengan indeks yang digunakan untuk indeks pembangunan desa tidak hanya satu yaitu Indeks Desa Membangun dan Indeks Desa, yang menyebabkan ketidakselarasan pengambilan kebijakan terkait pembangunan desa.

“Maka pemerintah meluncurkan Indeks Desa sebagai indikator tunggal dalam mengukur capaian pembangunan desa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya diharapkan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah memiliki persepsi yang sama dalam pengambilan kebijakan agar lebih tepat sasaran dan berpihak pada desa.

“Untuk itu dibutuhkan komitmen dari seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa untuk mengaplikasikannya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan pembangunan desa, termasuk dalam pengalokasian Dana Desa,” jelas Tata.

Dikatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa, bahwa Indeks Desa mengukur pembangunan desa melalui enam dimensi, yaitu Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas dan Tata Kelola Pemerintahan Desa.

“Hal ini berbeda dengan dimensi yang digunakan dalam Indeks Desa Membangun yang hanya terdiri dari tiga dimensi. Masing-masing dimensi terdiri dari sub dimensi yang lebih spesifik dan memberikan gambaran yang menyeluruh tentang kondisi dan kebutuhan masing-masing desa,” jelasnya.

Menurutnya, proses pendataan meliputi beberapa tahap seperti perencanaan, pelaksanaan, verifikasi dan evaluasi. Pengumpulan data akan dilakukan secara berjenjang dengan pengawasan dan dukungan dari berbagai tingkatan pemerintah serta keterlibatan Tenaga Pendamping Profesional untuk memastikan akurasi dan kelengkapan data.

“Hasil penghitungan Indeks Desa juga menjadi dasar penetapan status kemajuan dan kemandirian desa yang terdiri dari Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri,” tuturnya.

Tata mengungkapkan, berdasarkan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Bandung terdiri atas 186 Desa Mandiri, 82 Desa Maju dan 2 Desa Berkembang.

“Seiring dengan perubahan dimensi yang digunakan dalam mengukur pembangunan desa, kemungkinan akan berdampak terhadap perubahan status kemajuan dan kemandirian masing-masing desa. Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh desa agar mengisi data dengan lengkap dan akurat. Karena ini juga akan berdampak terhadap penyusunan dan penetapan kebijakan di tingkat atasnya,” paparnya.

Sejalan dengan hal-hal diatas, Tata berharap melalui kegiatan ini selain dapat memberikan penjelasan secara teknis tentang pemutakhiran data Indeks Desa, juga diharapkan dapat memberikan pemahaman akan pentingnya data yang lengkap, akurat dan transparan yang nantinya akan digunakan oleh Pemerintah di setiap tingkatan dalam rangka menyusun kebijakan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat khususnya di desa.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman aparatur pemerintahan kecamatan dan desa terhadap regulasi tentang Indeks Desa, percepatan pemutakhiran data Indeks Desa, ketepatan waktu pemutakhiran data Indeks Desa dan penggunaan data yang akurat dan transparan untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara tujuan sosialisasi Indeks Desa ini adalah memberikan gambaran yang menyeluruh tentang keadaan dan kebutuhan desa serta membantu mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan dalam rangka mendukung pencapaian target pembangunan baik di tingkat desa, tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Kur – Redaksi