Warga Ngamprah Resah, Diduga Tambang Galian Tanah Milik Seorang Pengusaha Rusak Lingkungan.

Ngamprah, Bandung barat_Informannews.com
Diduga aktivitas tambang galian tanah tak berizin alias ilegal di Kampung Ngamprah Landeuh, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung barat (KBB) meresahkan warga sekitar dan pengendara.

Selain mengakibatkan pencemaran lingkungan karena banyak debu proyek galian tersebut merusak infrastruktur jalan yang di bangun Pemerintah.

Pantuan Informannews
kamis 29/05/2025,
debu yang disebabkan kendaraan truk pengangkut hasil tambang galian tanah yang lalu lalang melintasi jalan Raya Ngamprah menyebabkan jalanan berdebu jika cuaca panas dan jika cuaca hujan jalan licin.

Salah seorang warga setempat Asep (35) mengatakan, dengan adanya praktik penambang galian tanah tersebut ini sudah berjalan kurang lebih hampir 1 Bulan dan warga di sekitar lokasi yang terdampak pada mengeluh karena banyak debu jika cuaca panas dan bisa mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup,” ucapnya.

“Disini banyak warga yang keberatan terkait adanya galian tanah tersebut, cuma tidak berani karena proyek galian tanah tersebut milik seorang pengusaha ternama di Ngamprah,” tuturnya.

“Dan ke Masyarakat yang terdampak ga ada uang kompensasi, jadi walaupun yang punya proyek galian tanah tersebut seorang pengusaha, dan punya pesantren disini, jangan seenaknya lah, karena kami warga kecil jadi korban pencemaran lingkungan,” tuturnya.

Terpisah salah satu tokoh Masyarakat yang enggan di sebut namanya mengatakan ia merasa keberatan dengan adanya proyek galian tanah, karena truk-truk yang mengakut tanah melewati rumahnya.

“Setidaknya sehari saja truk yang lewat ke depan rumah kita banyak mencapai 20 sampai 30truk, kadang jika terlalu penuh muatan, tanah tumpah ke jalan, pokoknya sangat mengganggu pengguna jalan juga,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Bandung barat terutama dinas dinas terkait, Dinas LH agar bisa melihat ke lokasi galian, juga ke lokasi lingkungan jalan infrastruktur pada rusak,” pungkasnya.

Terpisah Pemerintah Desa Sukatani saat di konfirmasi via WhatsApp beliau mengatakan sudah ada kabar terkait galian tanah tersebut cuma belum lihat ke lokasi.

“Menurut informasi proyek tersebut milik Pak Haji yang punya pesantren, tapi kami sudah ngomong jika untuk truk yang udah ada muatan supaya jangan bawa ke jalan yang sudah baru kami bangun di arahkan ke jalan Kabupaten,”
ungkapnya.

Reporter: Asep Yana.

Giat Kapolres Cimahi Kunjungan Kerja ke Polsek Cikalongwetan Serta Penyerahan Baksos

Cikalongwetan, Informannews.com
Kapolres Cimahi, (AKBP Niko N Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H) beserta Ibu Ketua Bhayangkari (Ny Vicka Niko) Cabang Cimahi melakukan kunjungan kerja ke Polsek Cikalongwetan pada Selasa, 27 Mei 2025.

Kunjungan tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung barat.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut diisi dengan kegiatan bakti sosial (Baksos) bagi anggota Polsek yang sakit dan masyarakat disabilitas juga kunjungan warga kurang mampu di Desa Mandalamukti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Kabag SDM Polres Cimahi Kompol Asep Muslihat, SH., M.Si
  2. Kabag Log AKP Duddy
  3. Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya, SH., M.M.
  4. Kanit Paminal Ipda Roni
  5. Camat Cikalongwetan Bpk. H. Dadang A. Sapardan, M.Pd
  6. Danramil Cikalongwetan yang di wakili Pelda Tatang
  7. Para Kepala Desa Cikalongwetan
  8. Para Kanit Polsek Cikalongwetan
  9. Anggota Polsek Cikalongwetan
  10. Pengurus Bhayangkari Polres Cimahi dan Polsek Cikalongwetan
  11. Tokoh Masyarakat Bpk. Hendra
  12. Tokoh Pemuda
  13. Perwakilan Karang Taruna
  14. Tamu undangan sebanyak lk. 50 orang.

Adapun dalam kesempatan itu Kapolres Cimahi menyampaikan dalam sambutannya mengucap terimakasih kepada Kapolsek Cikalongwetan atas ketersediaan menerima kunjungan dalam rangka silaturahmi perdana sejak menjabat Kapolres Cimahi.

Dan yang kedua saya berterimakasih atas penekanan pemberantasan premanisme di wilayah hukum Polres Cimahi,” ujarnya.

Kepada para anggota, Kapolres berpesan untuk senantiasa menjalin silaturahmi dengan masyarakat, tingkatkan tugas-tugas Bhabinkamtibmas di desa sampai Kelurahan dengan memantau situasi perkembangan terkini di lingkungan masyarakat, sesuai etos kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas,” tandasnya.

Selain memberikan arahan, Kapolres Cimahi juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana di Polsek Cikalongwetan, memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi baik dan mendukung operasional kepolisian.

Pukul 16.00 WIB rombongan Kapolres Cimahi meninggalkan mako Polsek Cikalongwetan, demikian yang dapat kami sampaikan selama kegiatan berlangsung berjalan aman kondusif

Reporter: Asep Yana

Kampung Sukadami Desa Sukajaya Terdampak Musibah Sembilan Rumah Tidak Layak Di Huni Lagi.

Terjadinya musibah banjir, longsor, gunung meletus itu semua ke hendak sang pencipta ( Alloh Swt ) yang tidak bisa di prediksi oleh manusia.

Seperti halnya kejadian Banjir, dan Longsor di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Bandung Barat pada hari jumat 23 Mei 2025.

Kampung sukadami Rt 02 Rw 07 menjadi titik musibah banjir dan longsor yang sangat parah, di mana penduduknya ada sekitar sembilan ( 9 ) rumah yang terdampak longsor dan banjir tetapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa.

Kades Sukajaya Asep Jembar Rahmat sangat hawatir sekali terkait kondisi rumah kampung sukadami yang sangat memprihatinkan karena letak sembilan ( 9 ) rumah tersebut ada di bawah juga terhimpit oleh tebing – tebing yang tinggi dan terjal kanan dan kiri, ke adaan rumah warga tersebut sudah tidak bisa di huni lagi karena ketakutan ada longsor dan banjir yang deras maka rumah tersebut habis kebawa banjir dan longsor.

Rumah penduduk kampung Sukadami sudah di kosongkan, tetapi yang hawatir lagi masalahnya harus di mana mereka tinggal sedangkan tidak punya lahan atau tanah untuk d bangunkan rumah, tanah carik Desa Sukajaya tidak ada yang kosong sudah menjadi pemakaman umum warga masyarakat Desa Sukajaya.

Segala bentuk perhatian dan bantuan dari pemerintahan Kabupaten Bandung Barat sudah di terima dan di rasakan manfaatnya, Kepala Desa Sukajaya ucapkan banyak – banyak terimakasih kepada Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat .

“Kampung Sukadami ada 26 jiwa ( KK ) dan sembilan ( 9 ) rumah, setelah melakukan musyawarah Kepala Desa Sukajaya dengan Rw, Rt dan tokoh masyarakat dan hasil musawarah pun ada titik temu yaitu memutuskan meminta bantuan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat agar masyarakat Desa Sukajaya yang berjumlah sembilan rumah 26 jiwa ( KK ) supaya mendapat bantuan rumah yang layak untuk di huni, juga pindah tempat ke yang aman tidak terjangkau banjir dan longsor mengingat warga tersebut tidak mempunyai lahan atau tanah lagi”. tegasnya

( Team IN )